Upaya konservasi burung flamingo di Danau Tuz Turkiye tunjukkan kemajuan

Kawanan burung flamingo terlihat di Danau Tuz di Ankara, Turkiye, pada 9 September 2024. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Danau Tuz, atau Danau Garam merupakan danau terbesar kedua di Turkiye, dan menjadi persinggahan penting bagi burung-burung yang bermigrasi.
Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Setelah beberapa tahun mencatat kematian massal anak burung flamingo yang disebabkan oleh kekeringan akibat perubahan iklim dan penyalahgunaan air di Danau Tuz yang terletak di Turkiye tengah, upaya konservasi berhasil meningkatkan kondisi populasi flamingo terbesar di negara itu, kata para aktivis dan ilmuwan setempat.Sebagai danau terbesar kedua di Turkiye dan persinggahan penting bagi burung-burung yang bermigrasi, Danau Tuz, atau Danau Garam, juga menjadi destinasi bagi wisatawan dan pengamat burung dari Turkiye dan luar negeri."Ada peningkatan di wilayah tersebut bagi burung-burung," kata Fahri Tunc, seorang aktivis sekaligus fotografer margasatwa setempat, seraya menggarisbawahi bahwa jumlah anak burung flamingo yang hidup telah bertambah dalam dua tahun terakhir, dengan sekitar 4.500 anak burung bertahan hidup tahun ini.Tunc, yang juga presiden Bird's Eye View of Nature and Ecology Association, menjelaskan bahwa di beberapa bagian danau, kekeringan terus memengaruhi aktivitas bersarang. Namun berkat upaya konservasi, area-area lain dapat menjadi tempat bersarang yang baik bagi anak-anak burung."Anak-anak burung telah tumbuh dan akan segera pindah ke daerah yang lebih hangat," katanya, meskipun dia menyesalkan bahwa danau itu secara keseluruhan masih dilanda kekeringan parah, sebagian karena para petani di dekat danau itu mengalihkan sumber air ke ladang mereka dan menggali sumur untuk tanaman yang membutuhkan banyak air.Selama dua tahun terakhir, Kementerian Lingkungan Hidup, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Turkiye telah menjalankan proyek studi perlindungan Danau Tuz untuk spesies yang terancam punah.
Kawanan burung flamingo terlihat di Danau Tuz di Ankara, Turkiye, pada 9 September 2024. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

'Rover' Curiosity milik NASA genapi 4.000 hari jelajahi Mars
Indonesia
•
08 Nov 2023

Jepang pertimbangkan perpanjangan operasi PLTN berusia 60 tahun saat kekurangan bahan bakar
Indonesia
•
29 Nov 2022

Gangguan teknologi global akibatkan kekacauan besar di California
Indonesia
•
21 Jul 2024

Memahami sabuk radiasi sebagai pelindung bagi Bumi
Indonesia
•
31 Jul 2024
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
