China akan lakukan eksplorasi ilmiah dalam misi Bulan berawak

Seorang pengunjung mengamati sampel tanah Bulan yang dipamerkan dalam pameran sains Space Day of China di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 24 April 2023. (Xinhua/Huang Bohan)
Eksplorasi ilmiah permukaan Bulan dalam misi Bulan berawak China akan berfokus pada bidang-bidang seperti geologi Bulan dan fisika Bulan, observasi, ilmu pengetahuan luar angkasa, serta pengeboran dalam di permukaan Bulan dan pemanfaatan sumber daya Bulan.
Beijing, China (Xinhua) – Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Senin (17/7) merilis pengumuman untuk meminta rekomendasi muatan dalam misi Bulan berawak negara itu, yang nantinya akan digunakan untuk eksplorasi ilmiah di permukaan Bulan.Untuk memanfaatkan sepenuhnya sumber daya misi dan mempromosikan eksplorasi Bulan dan penelitian ilmiah, pendarat Bulan akan membawa muatan ilmiah untuk kegiatan eksplorasi terkait di permukaan Bulan, menurut pengumuman tersebut.CMSA disebut akan meminta rekomendasi dari berbagai lembaga penelitian, universitas, dan perusahaan teknologi tinggi untuk muatan yang dirancang dengan tujuan menghadapi frontier penelitian ilmiah Bulan dengan pandangan jauh ke depan dan inovasi yang kuat.Rekomendasinya harus fokus pada bidang-bidang seperti geologi Bulan dan fisika Bulan, observasi, ilmu pengetahuan luar angkasa, serta pengeboran dalam di permukaan Bulan dan pemanfaatan sumber daya Bulan, imbuhnya.Pengumuman itu juga mengatakan muatannya harus dapat beradaptasi dengan lingkungan Bulan, termasuk gravitasinya yang seperenam dari gravitasi Bumi, tekanan tinggi, radiasi kuat, medan magnet rendah, perbedaan suhu yang besar antara siang dan malam, dan debu Bulan.Dalam pendaratan Bulan berawak, muatannya akan dikerahkan dan dioperasikan dengan partisipasi astronaut. Dalam pendaratan Bulan nirawak, muatan akan dilepaskan oleh pendarat dan melakukan aktivitas eksplorasi secara mandiri.Muatan pengeboran akan dibawa pada pendaratan nirawak dan harus dapat bergerak, menghindari rintangan, dan bertahan di lingkungan permukaan Bulan selama jam kerja.Muatan pengeboran itu juga harus dapat mengebor minimal sedalam 10 meter, mengumpulkan sampel dan menjaganya tetap aman, serta melakukan deteksi termal, magnetik, dan seismik di lubang bor, imbuhnya.CMSA mengumumkan pada Mei bahwa China berencana mewujudkan pendaratan Bulan berawak pada 2030. CMSA juga merilis pengumuman untuk meminta rekomendasi untuk penjelajah Bulan berawak pertama negara itu, yang akan dioperasikan oleh dua astronaut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi: Pertumbuhan kembali tanduk rusa bisa jadi kunci regenerasi tulang manusia
Indonesia
•
28 Feb 2023

China rampungkan pembuatan kapal FPSO pertama di dunia, mampu tangkap dan simpan karbon
Indonesia
•
18 Feb 2025

Dzo hasil kloning sel somatik pertama di dunia lahir di Xizang, China
Indonesia
•
14 Jul 2025

China kerahkan satelit dalam upaya penyelamatan korban gempa magnitudo 6,8 di Xizang
Indonesia
•
08 Jan 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
