
Situs paleolitikum dan neolitikum di China masuk daftar temuan arkeologi terbaik 2024

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 20 Mei 2024 ini menunjukkan situs penggalian makam Wuwangdun yang ditemukan di Huainan, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Zhang Duan)
Enam situs arkeologi penting di China dinobatkan sebagai temuan baru terbaik pada 2024, di antaranya situs paleolitikum Dadong di Kota Helong, Provinsi Jilin, dan situs neolitikum Xiatang di wilayah Xianju, Provinsi Zhejiang.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Enam situs arkeologi penting di China dinobatkan sebagai temuan baru terbaik pada 2024, diumumkan pada Rabu (19/2) di sebuah forum tahunan yang digelar oleh Akademi Ilmu Sosial China.Situs paleolitikum Dadong di Kota Helong, Provinsi Jilin, masuk dalam jajaran situs arkeologi yang termasuk daftar tersebut. Situs ini merupakan penemuan Paleolitikum Hulu terbesar sekaligus paling kaya secara budaya di Asia timur laut, yang terkenal karena menunjukkan rangkaian budaya paling jelas dan tertua di kawasan tersebut.Situs neolitikum Xiatang di wilayah Xianju, Provinsi Zhejiang, juga masuk dalam daftar itu. Situs ini merupakan bukti penting dari sejarah budaya China selama 10.000 tahun, yang menyediakan materi baru bagi studi evolusi budaya regional dan sejarah pertanian padi.Penemuan besar lainnya adalah Makam Wuwangdun di Kota Huainan, Provinsi Anhui. Makam ini merupakan situs permakaman terbesar, berstatus tertinggi, dan paling kompleks dari negara Chu kuno, yang berusia lebih dari 2.200 tahun. Penggalian ini memberikan wawasan yang berharga tentang praktik pemakaman dan budaya negara Chu, terutama setelah migrasinya ke arah timur.Situs-situs temuan baru terbaik lainnya termasuk situs Siwa di Provinsi Gansu, yang menampilkan permukiman budaya Majiayao yang berusia sekitar 5.000 tahun; situs Zhouyuan di Provinsi Shaanxi, yang terkenal dengan bangunan besar dari tanah yang dipadatkan dari periode pra-Dinasti Zhou; dan situs industri keramik Jingdezhen di Provinsi Jiangxi, yang berusia lebih dari 600 tahun dan mencakup dinasti Yuan (1271-1368), Ming (1368-1644), dan Qing (1636-1912).Forum yang kali pertama digelar pada 2002 ini berfungsi sebagai platform untuk mengumumkan serta membahas pencapaian dan temuan arkeologi terbaru di China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap gempa bumi dapat sediakan ‘bahan bakar’ untuk kehidupan bawah tanah
Indonesia
•
22 Jul 2025

Kereta peluru tercepat di dunia jalani uji tipe di Beijing
Indonesia
•
07 Mar 2025

Bukti baru aktivitas manusia prasejarah ditemukan di China barat daya
Indonesia
•
16 Jan 2023

Sebuah asteroid dinamai menurut seorang arkeolog China
Indonesia
•
14 Jul 2023


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
