
Tim ilmuwan China temukan gen padi tahan panas

Gambar ilustrasi menunjukkan mekanisme QT12 yang berinteraksi dengan protein kompleks NF-Y untuk memodifikasi daya tahan padi terhadap panas. (Xinhua/Universitas Pertanian Huazhong)
Gen kunci yang meningkatkan daya tahan padi terhadap panas sekaligus menjaga kualitas dan hasil panen telah diidentifikasi, dan dikembangkan guna mengatasi meningkatnya ancaman terkait produksi beras dalam cuaca panas ekstrem.
Wuhan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China telah mengidentifikasi gen kunci yang meningkatkan daya tahan padi terhadap panas sekaligus menjaga kualitas dan hasil panen, dimaksudkan untuk mengatasi meningkatnya ancaman terkait produksi beras dalam cuaca panas ekstrem.Penemuan tersebut, yang dibuat oleh sebuah tim dari Universitas Pertanian Huazhong di Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China tengah, dipublikasikan di situs web jurnal Cell pada Rabu (30/4).Dalam suhu tinggi, gen yang dinamai QT12 tersebut berinteraksi dengan kompleks protein NF-Y untuk melindungi bulir padi seperti firewall di dalam biji-bijian, mencegah panas ekstrem sekaligus menstabilkan sintesis pati dan protein, ujar Li Yibo, penulis korespondensi (corresponding author) dalam penelitian tersebut.Li mengungkapkan, selama suhu tinggi yang terjadi pada tahun lalu, tim itu melakukan uji coba lapangan berskala besar di cekungan Sungai Yangtze. Hasilnya menunjukkan bahwa memasukkan QT12 ke dalam varietas padi hibrida "Huazhan" dapat mendongkrak hasil panen masing-masing sebesar 49,1 persen, 77,9 persen, dan 31,2 persen di kota Wuhan, Hangzhou, dan Changsha, serta meningkatkan kualitas.Li menuturkan cekungan Sungai Yangtze memproduksi sekitar dua pertiga padi di China, namun cuaca panas ekstrem dalam beberapa tahun terakhir telah mengancam budi daya padi.Penemuan itu memberikan mekanisme molekuler baru dan solusi pemuliaan untuk mencapai kualitas dan hasil panen padi yang tinggi dalam lingkungan suhu tinggi, tuturnya. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa tim tersebut telah bermitra dengan sejumlah perusahaan domestik untuk mempercepat penerapan pemuliaan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Pemanasan iklim sebabkan penurunan kadar oksigen di danau-danau seluruh dunia
Indonesia
•
24 Mar 2025

China tingkatkan optimalisasi gabungan wahana antariksa kargo dan roket untuk suplai stasiun luar angkasa murah
Indonesia
•
16 Nov 2024

AI tak boleh lepas kendali, konferensi AI dunia serukan empat prinsip tata kelola global
Indonesia
•
17 Jul 2026

Peneliti China ungkap pengaruh pemanasan iklim terhadap fenologi tanaman
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
