Gesekan ban dengan jalan berpotensi jadi energi bersih

Ilustrasi. ( Maksim Tarasov on Unsplash)
Gesekan antara ban kendaraan dan jalan memiliki potensi energi yang belum dimanfaatkan, mencapai sekitar 0,3 terawatt setiap tahunnya di seluruh dunia, atau setara dengan output tahunan yang dihasilkan oleh 30 bendungan di proyek Tiga Ngarai (Three Gorges) di China.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim ilmuwan China berhasil mengembangkan perangkat terobosan yang mampu mengubah gesekan antara ban kendaraan dan jalan menjadi listrik bersih.Perangkat yang dinamai pemanen energi tribologis landasan jalan (roadbed tribological energy harvester/RTE harvester) itu menghadirkan pendekatan baru untuk mendayagunakan sumber daya energi yang sangat besar dan belum banyak dimanfaatkan sebelumnya.Menurut perkiraan, 85 persen energi mobil hilang akibat panas dan gesekan. Interaksi antara ban kendaraan dan jalan saja memiliki potensi energi yang belum dimanfaatkan, mencapai sekitar 0,3 terawatt setiap tahunnya di seluruh dunia, atau setara dengan output tahunan yang dihasilkan oleh 30 bendungan di proyek Tiga Ngarai (Three Gorges) di China.Tim peneliti dari Institut Energi Nano dan Sistem Nano Beijing (Beijing Institute of Nanoenergy and Nanosystems/BINN) yang dinaungi Akademi Ilmu Pengetahuan China merancang pengumpul energi yang disematkan di landasan jalan, yang mampu mencatatkan output daya puncak sebesar 16,4 miliwatt dari satu kali tumbukan dengan ban dan mencapai efisiensi konversi energi yang mengesankan, yakni 11,7 persen.Dibentuk dari susunan generator nano triboelektrik lapisan yang berdiri sendiri, RTE harvester kokoh dan mampu beroperasi secara stabil pada suhu mulai minus 40 derajat hingga 60 derajat Celsius dengan berbagai tingkat kelembapan, sehingga cocok digunakan pada iklim global yang beragam, papar penelitian yang dipublikasikan baru-baru ini di dalam jurnal Science Advances tersebut.Biayanya pun murah, diperkirakan hanya 71,3 dolar AS per meter persegi, menjadikannya solusi yang sangat layak untuk diadopsi secara luas di jaringan jalan yang ekstensif di seluruh dunia.*1 dolar AS = 16.370 rupiahDilengkapi dengan sistem transportasi cerdas dan terkoneksi yang ditenagai secara mandiri, inovasi ini dapat memasok energi ke berbagai perangkat yang memantau laju dan bobot kendaraan, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan manajemen jalan raya tanpa bergantung pada sumber daya eksternal.Penggunaan RTE harvester di jalan raya sepanjang 50 meter dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk lampu lalu lintas, kamera lalu lintas, serta fasilitas lainnya di jalan raya sepanjang 1 kilometer.Terobosan ini menawarkan pendekatan baru menuju pemanfaatan energi tribologis landasan jalan yang efisien dan catu daya yang terdistribusi, sehingga membuka jalan bagi pengintegrasian sistem kendaraan-ke-jalan, kendaraan-ke-infrastruktur, dan kendaraan-ke-semua, ujar dua penulis korespondensi (corresponding author) dalam penelitian ini, Wang Zhonglin dan Chen Baodong dari BINN.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Thailand kenalkan 5G komersial pertama di ASEAN
Indonesia
•
20 Aug 2020

Laporan terbaru paparkan dampak atmosfer dari letusan gunung berapi Hunga pada 2022
Indonesia
•
20 Dec 2025

Penelitian: Golongan darah tertentu mungkin lebih rentan terhadap belasan penyakit
Indonesia
•
06 Nov 2021

Mendarat miring, baterai wahana pendarat Bulan Odysseus bertahan hingga 20 jam lebih
Indonesia
•
28 Feb 2024
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
