Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit

Foto dokumentasi ini menunjukkan stasiun pemancar 5G yang dibangun oleh China Tower di Lianyungang, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xinhua/China Tower)
Jumlah stasiun pemancar 5G di China mencapai 4,838 juta, atau setara dengan 34,4 stasiun pemancar 5G per 10.000 jiwa.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sektor telekomunikasi China mempertahankan pertumbuhan yang stabil pada 2025, dengan negara itu melampaui target pembangunan infrastruktur 5G dan jaringan optik gigabita yang telah ditetapkan dalam periode Rencana Lima Tahun ke-14 (2021-2025), tunjuk data resmi pada Rabu (28/1).
Hingga akhir 2025, jumlah stasiun pemancar 5G di China mencapai 4,838 juta, menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China. Jumlah itu setara dengan 34,4 stasiun pemancar 5G per 10.000 jiwa, melampaui target perencanaan nasional yakni 8,4 unit.
Total volume bisnis sektor itu, yang dihitung berdasarkan harga tahun sebelumnya, meningkat 9,1 persen secara tahunan (year on year). Total pendapatan bisnis telekomunikasi mencapai 1,75 triliun yuan atau sekitar 250,8 miliar dolar AS, naik 0,7 persen.
*1 yuan = 2.414 rupiah
**1 dolar AS = 16.801 rupiah
Terutama, bisnis-bisnis yang sedang berkembang (emerging) seperti komputasi awan (cloud computing), mahadata (big data), Internet of Things (IoT), dan pusat data menyumbang 25,7 persen dari total pendapatan.
Dalam bidang inovasi teknologi, deklarasi paten esensial standar (standard-essential patent) 5G China menyumbang 42 persen dari total global. Negara itu juga mencatatkan kemajuan yang signifikan dalam verifikasi arsitektur sistem 6G serta teknologi-teknologi penting lainnya.
Dalam hal infrastruktur, China telah mewujudkan akses jaringan optik gigabita di setiap wilayah, dan cakupan 5G di semua kota dan lebih dari 95 persen desa administratif.
Hingga akhir 2025, cakupan layanan 5G-Advanced (5G-A) telah diperluas ke lebih dari 330 kota. Total panjang jaringan kabel serat optik nasional mencapai 74,99 juta kilometer, sementara jumlah rak pusat data yang disediakan oleh tiga operator telekomunikasi utama mencapai 938.000 unit.
Basis pengguna terus berkembang, dengan jumlah pelanggan telepon seluler mencapai 1,827 miliar hingga akhir 2025, termasuk 1,204 miliar pelanggan 5G. Pengguna terminal IoT seluler meningkat 8,7 persen menjadi 2,888 miliar, dengan pertumbuhan yang sangat kuat dicatat pada sektor Internet of Vehicles dan layanan publik.
Kementerian itu juga menyoroti integrasi yang semakin mendalam antara teknologi digital dengan ekonomi riil. Jaringan 5G dan optik gigabita telah diterapkan di 91 kategori utama perekonomian nasional. Sementara itu, internet industri kini telah menjangkau seluruh 41 kategori industri.
Laporan: Redaksi
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Senegal luncurkan jaringan BRT listrik pertama di Afrika Sub-Sahara
Indonesia
•
30 Dec 2023

Anggota parlemen Ukraina di Taiwan ingin belajar keamanan siber
Indonesia
•
25 Oct 2022

Studi ungkap terumbu karang bantu kendalikan ritme harian mikroba laut
Indonesia
•
03 Jan 2026

Peneliti temukan katak kecil bermulut sempit dari Pulau Belitung dan Lampung
Indonesia
•
01 Oct 2021
Berita Terbaru

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Astronom di Australia identifikasi kandidat planet mirip Bumi yang layak huni
Indonesia
•
28 Jan 2026

Jumlah mikroplastik naik tiga kali lipat di jalur air Sydney dalam tiga tahun terakhir
Indonesia
•
28 Jan 2026

Tim peneliti China kembangkan alat pacu jantung mikro seukuran kapsul berdaya mandiri
Indonesia
•
27 Jan 2026
