
Huawei luncurkan ekosistem perangkat lunak cip berbasis ‘Open-Source’

Orang-orang mengunjungi stan Huawei dalam ajang Mobile World Congress (MWC) 2025 di Barcelona, Spanyol, pada 3 Maret 2025. (Xinhua/Zhao Dingzhe)
Huawei meluncurkan ekosistem perangkat lunak cip Ascend miliknya yang sepenuhnya open-source, dengan tujuan untuk mendukung para pengguna dalam mengeksplorasi potensi mendalam ekosistem tersebut serta melakukan pengembangan yang disesuaikan secara mandiri.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Raksasa teknologi China, Huawei, mengumumkan peluncuran ekosistem perangkat lunak cip Ascend miliknya yang sepenuhnya open-source, dengan tujuan untuk mendukung para pengguna dalam mengeksplorasi potensi mendalam ekosistem tersebut serta melakukan pengembangan yang disesuaikan secara mandiri.Dikenal sebagai Compute Architecture for Neural Networks (CANN), perangkat lunak ini berfungsi sebagai jembatan antara kerangka kerja pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) tingkat tinggi dan cip Ascend, yang memungkinkan para penggunanya untuk mengakses daya komputasi tanpa harus berurusan dengan kompleksitas di tingkat cip.Pengumuman Huawei tersebut disampaikan dalam sebuah konferensi industri komputasi Ascend yang digelar di Beijing pada Selasa (5/8). Perwakilan dari perusahaan-perusahaan AI terkemuka, universitas, lembaga penelitian, dan mitra Huawei meluncurkan inisiatif untuk mengembangkan ekosistem open-source CANN. Inisiatif ini bertujuan untuk menggabungkan kekuatan-kekuatan industri, mengeksplorasi batas-batas terdepan dalam bidang AI, serta membangun ekosistem cip yang berkembang pesat.Xu Zhijun, selaku direktur bergilir (rotating chairman) Huawei, mengatakan bahwa daya komputasi tetap menjadi inti dari strategi AI perusahaan tersebut.Hampir setiap perusahaan besar di bidang kartu daya komputasi memiliki perangkat lunak serupa. Namun, berbeda dengan Compute Unified Device Architecture (CUDA), yang merupakan ekosistem sumber tertutup (closed-source) hasil kembangan produsen cip Amerika Serikat (AS) Nvidia selama hampir dua dekade, CANN milik Huawei mengambil jalur yang benar-benar berbeda dengan mengadopsi pendekatan open-source.Huawei mengatakan kepada Xinhua bahwa setelah melalui proses pengembangan selama tujuh tahun, CANN telah mencapai terobosan penting dalam optimasi komputasi, efisiensi komunikasi, dan manajemen memori. Kini, CANN mampu menyediakan dukungan daya komputasi secara menyeluruh dalam semua proses pelatihan dan implementasi model AI.Peluncuran CANN ini merupakan langkah terbaru Huawei dalam membagikan teknologi yang dikembangkannya sendiri kepada publik. Sebelumnya, perusahaan tersebut menjadikan sistem operasi HarmonyOS dan kerangka kerja AI MindSpore miliknya open source.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Feature – Mengapa Indonesia tak pernah menemukan dinosaurus? Pameran ini ungkap alasannya
Indonesia
•
26 Jul 2026

Peneliti China kembangkan robot 4D dengan persepsi sentuhan
Indonesia
•
01 Oct 2021

Studi: Kemampuan terbang belalang dipengaruhi oleh jumlah kawanan
Indonesia
•
06 Jan 2022

Peneliti China temukan sejumlah spesies jamur baru di Dataran Tinggi Qinghai-Tibet
Indonesia
•
14 Mar 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
