
Erdogan berencana bicara dengan Putin untuk perpanjangan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam

Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan di Moskow, Rusia, pada 5 Maret 2020. (Xinhua/Sputnik)
"Penghentian Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam akan membawa serangkaian konsekuensi, mulai dari kenaikan harga pangan global, kelaparan di beberapa kawasan, hingga potensi gelombang migrasi baru."
Ankara, Turki (Xinhua) – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan mengatakan dirinya akan segera menggelar pembicaraan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk perpanjangan Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam, menurut laporan lembaga penyiaran milik pemerintah Turkiye TRT pada Jumat (21/7)."Penghentian Inisiatif Biji-bijian Laut Hitam akan membawa serangkaian konsekuensi, mulai dari kenaikan harga pangan global, kelaparan di beberapa kawasan, hingga potensi gelombang migrasi baru," ujar Erdogan kepada wartawan dalam penerbangan pulang ke Turkiye."Saya yakin kami akan memastikan kelanjutan gerakan kemanusiaan ini dengan membahas isu ini secara detail dengan Tuan Putin," ungkapnya.
Pertemuan empat pihak digelar oleh delegasi Turkiye, Ukraina, Rusia, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Istanbul, Turkiye, pada 13 Juli 2022. Menteri Pertahanan Turkiye Hulusi Akar pada Rabu (13/7) mengatakan bahwa kesepakatan telah dicapai dalam pertemuan di Istanbul mengenai prinsip-prinsip dasar dan beberapa isu teknis untuk melanjutkan ekspor biji-bijian Ukraina. Pernyataan tersebut muncul setelah pertemuan empat pihak yang digelar oleh delegasi Turkiye, Ukraina, Rusia, dan PBB di Istanbul. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Arab Saudi bebaskan biaya perpanjangan izin tinggal dan visa WNI hingga 31 Maret
Indonesia
•
28 Jan 2022

Warga asing curi koleksi Museum Makkah ditangkap
Indonesia
•
10 Nov 2019

Trump sebut Venezuela akan ekspor 30-50 juta barel minyak ke AS
Indonesia
•
07 Jan 2026

China desak AS cabut sanksi atas sejumlah pejabat
Indonesia
•
13 Dec 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
