
IRGC klaim serang kapal kontainer milik Israel dan kapal serbu amfibi AS

Jejak cahaya terlihat di atas Yerusalem dalam serangan rudal yang dilancarkan Iran ke Israel, pada 13 Juni 2025. (Xinhua/Chen Junqing)
Kapal serbu amfibi AS, USS Tripoli (LHA-7), yang mengangkut lebih dari 5.000 personel, terpaksa mundur ke bagian selatan Samudra Hindia setelah menjadi target serangan.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Korps Garda Revolusi Islam (Islamic Revolution Guard Corps/IRGC) Iran pada Senin (6/4) mengatakan bahwa pihaknya telah menyerang sebuah kapal kontainer milik Israel dan sebuah kapal serbu Amerika Serikat (AS).
Dalam sebuah pernyataan yang dimuat di outlet berita resmi mereka, Sepah News, IRGC memberikan penjelasan secara rinci mengenai gelombang serangan ke-98 mereka terhadap target-target Israel dan AS, yang dilancarkan sebelumnya pada hari itu.
IRGC mengidentifikasi kapal kontainer tersebut sebagai "SDN7", dengan menyatakan kapal itu terkena hantaman rudal jelajah secara presisi dan terbakar.
Laporan itu menyebutkan bahwa kapal serbu amfibi AS, USS Tripoli (LHA-7), yang mengangkut lebih dari 5.000 personel, terpaksa mundur ke bagian selatan Samudra Hindia setelah menjadi target serangan.
IRGC menambahkan bahwa pasukannya juga telah menyerang pusat-pusat strategis di Kota Haifa, Israel, serta perusahaan dan pabrik petrokimia di Be'er Sheva menggunakan rudal balistik presisi, yang menyebutkan bahwa sebuah lokasi berkumpulnya pasukan Israel di Petah Tikva, Israel tengah, juga menjadi target serangan.
Menurut IRGC, di antara target-target lain yang terkena hantaman rudal dan drone mencakup sebuah pusat produksi bersama kendaraan udara nirawak (unmanned aerial vehicle/UAV) milik Uni Emirat Arab dan Israel, serta sejumlah pesawat di Pangkalan Udara Ali Al Salem di negara Arab tersebut.
Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil. Iran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel dan aset-aset AS di Timur Tengah, serta menerapkan kendali yang ketat atas Selat Hormuz.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Klaim asuransi kapal naik karena Laut Hitam jadi area berisiko tinggi
Indonesia
•
10 May 2022

Pengungsi konflik Ethiopia ke Sudan bertambah lebih dari 20.000
Indonesia
•
16 Nov 2020

Wapres AS sebut Hamas akan "dimusnahkan" jika tolak pelucutan senjata
Indonesia
•
23 Oct 2025

Konflik dengan Hamas berlanjut, Israel umumkan "keadaan perang"
Indonesia
•
10 Oct 2023


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Selat Hormuz memanas lagi! AS langsung gempur fasilitas rudal Iran
Indonesia
•
27 Jun 2026

Angka kasus Ebola di RD Kongo tembus 1.200
Indonesia
•
27 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026
