
Presiden Korsel kembali tolak penyelidikan, minta pendukungnya lakukan protes dengan damai

Foto yang diabadikan pada 19 Januari 2025 ini menunjukkan aparat kepolisian yang dikerahkan ke dekat Pengadilan Distrik Barat Seoul di Seoul, Korea Selatan. (Xinhua/NEWSIS)
Jika Yoon terus menolak penyelidikan, CIO dapat mempertimbangkan langkah-langkah wajib seperti memindahkannya dari pusat penahanan untuk diinterogasi atau melakukan penyelidikan secara langsung di pusat penahanan tersebut.
Seoul, Korea Selatan (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Korea Selatan (Korsel) yang sedang ditahan, Yoon Suk-yeol, menolak menghadiri penyelidikan penahanan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad (19/1) sore waktu setempat, demikian dilansir media setempat.Kantor Investigasi Korupsi untuk Pejabat Tinggi (Corruption Investigation Office for High-ranking Officials/CIO) Korsel mengatakan bahwa Yoon tidak hadir untuk penyelidikan penahanan yang dijadwalkan berlangsung pada Ahad pukul 14.00 waktu setempat. Badan antikorupsi Korsel itu akan kembali meminta kehadiran Yoon pada Senin (20/1) pukul 10.00 waktu setempat.Jika Yoon terus menolak penyelidikan, CIO dapat mempertimbangkan langkah-langkah wajib seperti memindahkannya dari pusat penahanan untuk diinterogasi atau melakukan penyelidikan secara langsung di pusat penahanan tersebut, menurut kantor berita Yonhap.Pengadilan Distrik Barat Seoul menyetujui surat perintah penahanan pada Ahad dini hari, menjadikan Yoon sebagai presiden pertama di Korsel yang ditahan untuk menjalani penyelidikan saat masih menjabat.Setelah surat perintah itu disetujui, sekelompok pendukung Yoon yang marah menerobos masuk ke gedung pengadilan dengan memanjat tembok dan memecahkan jendela.Mereka merusak fasilitas di dalam gedung pengadilan, melemparkan sampah dan objek-objek lainnya, serta mengancam petugas kepolisian. Sebanyak 86 pelaku pelanggaran ditahan di lokasi, menurut sejumlah media.Kericuhan tersebut mendorong Pelaksana Tugas Presiden Korsel Choi Sang-mok untuk memerintahkan penyelidikan ketat terhadap aksi kekerasan itu. Dalam pernyataannya, Choi mengatakan pemerintah sangat menyesalkan aksi kekerasan ilegal tersebut, yang tidak terbayangkan terjadi di tengah masyarakat yang demokratis.Choi memerintahkan kepolisian untuk menyelidiki insiden tersebut dengan tegas, seraya berjanji akan meminta pertanggungjawaban hukum dari para pelaku serta menginstruksikan otoritas terkait untuk memperketat keamanan di sekitar fasilitas terkait dan secara menyeluruh menangani aksi protes yang menentang perpanjangan masa penahanan Yoon.
Foto yang diabadikan pada 19 Januari 2025 ini menunjukkan bangunan yang rusak di Pengadilan Distrik Barat Seoul di Seoul, Korea Selatan. (Xinhua/NEWSIS)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel lanjutkan serangan udara di pinggiran Beirut, Hizbullah bersumpah akan berjuang sampai menang
Indonesia
•
08 Nov 2024

Xi tekankan penguatan perlindungan dan peningkatan kualitas lahan pertanian
Indonesia
•
24 Jul 2023

Fokus Berita – Gemuruh konflik di kejauhan, perang Israel-Iran tambah derita rakyat Palestina
Indonesia
•
03 Mar 2026

Trump tunjuk Rubio jadi menlu AS di masa jabatannya yang kedua
Indonesia
•
15 Nov 2024


Berita Terbaru

AS intensifkan pengumpulan intelijen militer di lepas pantai Kuba
Indonesia
•
11 May 2026

Iran tolak proposal gencatan senjata AS, Trump sebut langkah itu "tidak dapat diterima"
Indonesia
•
11 May 2026

Para pemimpin ASEAN rilis pernyataan bersama soal krisis Timur Tengah di KTT ASEAN 2026
Indonesia
•
10 May 2026

AS-Iran kembali bentrok, AS tak ingin eskalasi
Indonesia
•
08 May 2026
