
FAO: Sekitar 282 juta orang alami kerawanan pangan akut pada 2023

Warga mengantre untuk mendapatkan makanan gratis di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 18 Maret 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Jumlah penduduk dunia yang menghadapi kerawanan pangan akut melonjak menjadi sekitar 282 juta orang pada 2023.
Roma, Italia (Xinhua) – Jumlah penduduk dunia yang menghadapi kerawanan pangan akut melonjak menjadi sekitar 282 juta orang pada 2023, kata Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada Rabu (24/4). Angka ini menunjukkan peningkatan 24 juta orang sejak 2022, sebut FAO dalam Laporan Krisis Pangan Global terbarunya.Jumlah penduduk dunia yang berada di ambang kelaparan juga meningkat menjadi lebih dari 700.000 orang pada tahun lalu, hampir dua kali lipat dari angka yang tercatat pada 2022.Badan PBB itu pun menyerukan "respons darurat"."Salah satu temuan paling penting (dalam laporan tersebut) adalah bahwa ... persentase populasi yang dikaji untuk masalah kerawanan pangan akut masih sangat tinggi pada 2023," ucap Direktur FAO untuk Kedaruratan dan Ketahanan Rein Paulsen dengan nada memperingatkan.
Foto yang diabadikan pada 22 Mei 2022 ini menunjukkan toko biji-bijian di sebuah pasar lokal di Khartoum, Sudan. (Xinhua/Mohamed Khidir)
Warga mengantre untuk mendapatkan bantuan makanan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 30 Maret 2024. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Hari ke-11 konflik, ratusan orang tewas dalam pengeboman rumah sakit di Gaza
Indonesia
•
18 Oct 2023

Feature – Tak dapat izin dari Israel, para ibu di Gaza tak bisa dampingi anak mereka ke luar negeri untuk berobat
Indonesia
•
07 Jan 2025

Feature – Pengungsi di Mesir harapkan perdamaian pada Hari Pengungsi Sedunia
Indonesia
•
21 Jun 2024

WMO: Tahun 2023 jadi tahun terpanas yang pernah tercatat
Indonesia
•
14 Jan 2024


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
