
Rusia nyatakan niatnya untuk fokus pada penghentian hegemoni AS

Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan Rusia pada 31 Maret 2023. (Xinhua/Kremlin)
Kebijakan luar negeri Rusia versi terbaru yang telah disetujui oleh Presiden Vladimir Putin menyatakan niat negara ini untuk mengakhiri hegemoni Amerika Serikat, menyebut AS sebagai "inspirator, penyelenggara, dan eksekutor utama kebijakan anti-Rusia yang agresif dari pihak Barat secara kolektif, sumber risiko utama bagi keamanan Rusia, perdamaian internasional, serta perkembangan umat manusia yang seimbang, adil, dan progresif."
Moskow, Rusia (Xinhua) – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Jumat (31/3) menyetujui versi baru Konsep Kebijakan Luar Negeri, yang di dalamnya Rusia menyatakan niat untuk mengakhiri hegemoni Amerika Serikat (AS).Untuk membangun dunia multipolar, Rusia akan fokus pada penghentian dominasi AS dalam urusan dunia dan menciptakan kondisi untuk melawan segala bentuk "ambisi neokolonial dan hegemonik," demikian tertulis dalam dokumen itu.Rusia menyebut AS sebagai "inspirator, penyelenggara, dan eksekutor utama kebijakan anti-Rusia yang agresif dari pihak Barat secara kolektif, sumber risiko utama bagi keamanan Rusia, perdamaian internasional, serta perkembangan umat manusia yang seimbang, adil, dan progresif."Rusia menyampaikan kesiapannya untuk mempertahankan paritas strategis dan koeksistensi damai dengan AS serta untuk membangun keseimbangan dalam hal kepentingan antara kedua negara.Namun, prospek hubungan seperti ini bergantung pada kesiapan AS untuk meninggalkan kebijakan dominasinya yang keras dan merevisi jalur anti-Rusia yang ditempuhnya demi memungkinkan interaksi dengan Rusia, menurut dokumen itu.Berkenaan dengan normalisasi hubungan Rusia-Eropa, konsep tersebut mengkritik kebijakan strategis AS untuk "menarik dan memperdalam garis pemisah di Eropa untuk merusak daya saing ekonomi Rusia dan negara-negara Eropa, membatasi kedaulatan negara-negara Eropa, dan memastikan dominasi global AS."Konsep Kebijakan Luar Negeri disetujui oleh Putin dalam sebuah dekret yang ditandatangani pada Jumat untuk menggantikan dekret versi 2016. Dokumen tersebut mulai berlaku segera setelah disetujui.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian dari Barat tunjukkan Islam sebagai agama damai
Indonesia
•
05 Aug 2021

Amerika Serikat perketat aturan mahasiswa internasional, masa tinggal kini dibatasi maksimal 4 tahun
Indonesia
•
17 Jul 2026

Raja Kamboja: Perdamaian di ASEAN harus dilindungi demi pembangunan regional
Indonesia
•
22 Nov 2022

Warga asing curi koleksi Museum Makkah ditangkap
Indonesia
•
10 Nov 2019


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
