
Eropa khawatir dikucilkan dalam proses perdamaian Ukraina di tengah perundingan AS-Rusia dan AS-Ukraina

Foto yang diabadikan pada 24 Maret 2025 ini menunjukkan hotel tempat para delegasi AS dan Rusia memulai babak baru perundingan perdamaian di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Wang Dongzhen)
Kekhawatiran yang semakin meningkat muncul di Eropa terkait marginalisasi peran blok tersebut dalam negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Saat delegasi Amerika Serikat (AS)-Ukraina dan AS-Rusia menggelar perundingan terpisah di Riyadh, Arab Saudi, pada Ahad (23/3) dan Senin (24/3), kekhawatiran yang semakin meningkat muncul di Eropa terkait marginalisasi peran Eropa dalam negosiasi perdamaian tersebut.Menteri Pertahanan Ukraina Rustem Umerov mendeskripsikan pembicaraan pada Ahad itu sebagai "produktif dan terfokus," menjelaskan bahwa "poin-poin utama, termasuk energi" telah dibahas. Umerov, yang memimpin delegasi Ukraina, menekankan bahwa tujuan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky adalah "mengamankan perdamaian yang adil dan langgeng" bagi Ukraina dan Eropa secara keseluruhan.Juru Bicara (Jubir) Kremlin Dmitry Peskov pada Senin mengatakan bahwa Moskow dan Washington memiliki "keinginan dan kesiapan" untuk mengejar penyelesaian damai. Dia memaparkan bahwa pembicaraan tersebut meliputi berbagai isu teknis, termasuk potensi dimulainya kembali Inisiatif Laut Hitam.Kendati demikian, ketiadaan perwakilan Eropa dalam pembicaraan tersebut memicu kekhawatiran di antara para pejabat dan analis. Dari pembahasan tentang Laut Hitam hingga upaya-upaya perdamaian yang lebih luas, beberapa pengamat Eropa memperingatkan bahwa keputusan-keputusan penting dibuat tanpa masukan dari Eropa.Surat kabar Financial Times pada Senin melaporkan bahwa para pejabat dari Rumania dan Bulgaria, dua negara di Laut Hitam, secara pribadi menyuarakan kekhawatiran atas perubahan signifikan dalam status quo di kawasan tersebut, berargumen bahwa perubahan semacam itu dapat memengaruhi keamanan mereka tanpa memberi mereka kesempatan untuk berpendapat.
Foto yang diabadikan pada 23 Maret 2025 ini menunjukkan pemandangan hotel Ritz-Carlton, <em>venue</em> perundingan antara delegasi AS dan Ukraina, di Riyadh, Arab Saudi. (Xinhua/Wang Dongzhen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Shutdown’ picu kekurangan staf, waktu tunggu di bandara AS tembus 4 jam
Indonesia
•
27 Mar 2026

Hamas berikan respons ‘positif’ terhadap proposal gencatan senjata Gaza yang didukung AS
Indonesia
•
01 Jun 2025

Konferensi Keamanan Munich serukan tatanan dunia yang lebih seimbang
Indonesia
•
20 Feb 2023

Layang-layang dari Gaza bikin Israel geram, militer diperintahkan bertindak tegas
Indonesia
•
24 Aug 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
