
Para pakar China serukan peningkatan kerja sama pertanian internasional

Foto dari udara yang diabadikan pada 15 Oktober 2022 ini menunjukkan mesin-mesin pertanian memanen jagung di Guofu, wilayah Baiquan, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Wang Jianwei)
Kerja sama pertanian bertujuan untuk bertukar gagasan tentang bagaimana berkontribusi pada ketahanan pangan global, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan hijau.
Beijing, China (Xinhua) – Lebih dari 300 partisipan yang berasal dari sejumlah organisasi internasional, lembaga penelitian, universitas, dan perusahaan bertemu dalam Konferensi Penelitian Pertanian Internasional (International Agricultural Research Conference) ke-6 di Beijing pada Kamis (15/12) untuk bertukar gagasan tentang bagaimana berkontribusi pada ketahanan pangan global, menyerukan lebih banyak kerja sama internasional di bidang pertanian.Bertema ‘Memperkuat kerja sama ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian untuk bersama-sama mempromosikan ketahanan pangan global’ (Strengthening agricultural science and technology cooperation to jointly promote global food security), konferensi tersebut diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Pertanian Internasional (Center for International Agricultural Research/CIAR) dan Departemen Kerja Sama Internasional di Akademi Ilmu Pertanian China (Chinese Academy of Agricultural Sciences/CAAS), mengadopsi bentuk kuliah virtual dan siaran daring.Presiden CAAS Wu Kongming mengatakan bahwa CAAS tetap berkomitmen untuk memberikan solusi dan kearifan China guna membantu mengatasi berbagai tantangan global seperti ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan, dan pembangunan hijau, serta melaksanakannya melalui mekanisme kerja sama internasional multilateral dan bilateral.Dalam sambutannya, Wu menyerukan kepada lembaga-lembaga terkait untuk melakukan upaya bersama guna mempromosikan kerja sama internasional dalam ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.Menurut Carlos Watson, Perwakilan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (Food and Agriculture Organization/FAO) di China, konferensi tersebut menawarkan kesempatan besar dan tepat waktu untuk memfasilitasi diskusi konstruktif tentang aksi bersama internasional mengenai pembangunan pertanian global dan ketahanan pangan, dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh pandemi dan perubahan iklim."Mengingat pengalaman China dalam keberhasilan pengentasan kemiskinan ekstrem, inovasi digital, serta pembangunan pertanian dan pedesaan, China berada di posisi unik untuk berbagi pengalaman inovasi, teknologi inovatif, dan praktik terbaiknya dengan seluruh dunia," katanya.Selama konferensi tersebut, para pakar membahas situasi saat ini dan prospek kerja sama internasional dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian di masa mendatang. Mereka juga membahas lingkungan kebijakan, lingkungan pasar, model investasi, dan permintaan layanan untuk investasi pertanian luar negeri, serta strategi dan langkah-langkah untuk memastikan ketahanan pangan global.Konferensi Penelitian Pertanian Internasional telah diadakan selama enam tahun berturut-turut sejak 2017.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 - Produksi vaksin bagi warga sipil dimulai sebulan setelah tahap ke-3
Indonesia
•
17 Aug 2020

PBB laporkan penurunan insiden akses kemanusiaan di Somalia
Indonesia
•
21 Oct 2024

Google akan hapus riwayat lokasi kunjungan ke klinik aborsi di AS
Indonesia
•
02 Jul 2022

Sekjen PBB kecam pertambahan korban jiwa yang terus berlanjut menyusul serangan mematikan Israel ke sekolah di Gaza
Indonesia
•
14 Aug 2024


Berita Terbaru

Di New York, Taiwan tunjukkan kepeloporan dalam kesetaraan gender
Indonesia
•
17 Mar 2026

Ramadan 1447H – Kamar Dagang China di Indonesia beri bantuan kepada buruh rentan, via kerja sama dengan Serikat Buruh Muslim Indonesia
Indonesia
•
13 Mar 2026

Feature – Pengobatan tradisional China solusi kesehatan mental di zaman modern
Indonesia
•
14 Mar 2026

Mengintip aksi pendongeng hibur murid SD di Banten
Indonesia
•
11 Mar 2026
