
Konflik Israel-Hizbullah kian sengit, picu kekhawatiran perang regional

Sistem antirudal Israel mencegat roket yang ditembakkan dari Lebanon, dekat Kiryat Shmona, Israel utara, pada 18 September 2024. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Konflik antara Israel dan Hizbullah meningkat tajam, dengan kedua pihak saling menyerang dan bersumpah untuk melakukan pembalasan lebih lanjut, sehingga meningkatkan kekhawatiran terjadi perang regional yang lebih luas.
Yerusalem/Beirut, Wilayah Palestina yang diduduki/Lebanon (Xinhua/Indonesia Window) – Konflik antara Israel dan Hizbullah meningkat tajam pada Kamis (19/9), dengan kedua pihak saling menyerang dan bersumpah untuk melakukan pembalasan lebih lanjut, sehingga meningkatkan kekhawatiran terjadi perang regional yang lebih luas.Dalam pidato yang disiarkan di televisi, pemimpin Hizbullah Hassan Nasrallah mengecam ledakan baru-baru ini yang menargetkan alat komunikasi di seluruh Lebanon, menyebutnya sebagai "tindakan perang" dan menyalahkan Israel secara langsung. Dia bersumpah bahwa Hizbullah akan "tumbuh lebih kuat dan lebih mampu menghadapi bahaya apa pun," meskipun dia tidak menyebutkan kapan atau di mana tindakan pembalasan akan terjadi. Khususnya, jet Israel memecahkan penghalang suara saat pidato Nasrallah.Setelah pidato Nasrallah, Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant menyatakan dalam sebuah pesan video dari pangkalan militer Kirya di Tel Aviv bahwa operasi militer Israel di Lebanon akan terus berlanjut. Dalam fase baru konflik ini "ada peluang signifikan tetapi juga risiko yang besar," katanya menegaskan, menambahkan bahwa "Hizbullah merasa tertekan dan teraniaya."
Foto yang diabadikan pada 18 September 2024 ini menunjukkan alat komunikasi nirkabel di tangan seorang anggota Hizbullah, yang baterainya dilepas setelah sebuah alat komunikasi nirkabel meledak saat pemakaman, di Beirut, Lebanon. (Xinhua/Bilal Jawich)
Foto yang diabadikan pada 18 September 2024 ini menunjukkan sebuah sepeda motor yang hancur akibat ledakan alat komunikasi di Baalbek, Lebanon. (Xinhua/Taher Abu Hamdan)
Seorang petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan api pascaserangan roket dari Lebanon di Kiryat Shmona, Israel utara, pada 18 September 2024. (Xinhua/JINI/Ayal Margolin)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Bentrokan Pakistan-Afghanistan berlanjut, korban jiwa bertambah
Indonesia
•
01 Mar 2026

COVID-19 – Subvarian Omicron lain jadi galur dominan kasus baru di AS
Indonesia
•
26 May 2022

Iran pertahankan penutupan Selat Hormuz hingga AS terima syarat
Indonesia
•
27 Aug 2026

40.000 warga Palestina terjebak jam malam Israel di Tepi Barat, akses kebutuhan harian dibatasi
Indonesia
•
20 Aug 2026


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
