
Ilmuwan China kembangkan ‘e-skin’ untuk beri robot indra peraba

Foto yang diabadikan di ajang World Voice Expo ke-5 di Hefei, Provinsi Anhui, China timur, pada 17 November 2022 ini menunjukkan sebuah robot berkaki empat yang digunakan untuk inspeksi industri. (Xinhua/Zhang Duan)
Kulit elektronik pada robot yang dikembangkan oleh tim peneliti China memiliki penampilan seperti selotip dan meniru sifat-sifat kulit manusia, dengan fitur seperti kelenturan dan kemampuan penyembuhan diri.
Nanjing, China (Xinhua) – Tim peneliti China mengembangkan jenis kulit elektronik (e-skin) baru, yang membuat robot dapat mengenali lingkungan mereka melalui sentuhan dalam kegelapan saat visibilitas terbatas.E-skin gel lunak tersebut memiliki penampilan seperti selotip dan meniru sifat-sifat kulit manusia, dengan fitur seperti kelenturan dan kemampuan penyembuhan diri. E-skin ini juga mampu mendeteksi perubahan suhu dan tekanan, sehingga meningkatkan manfaatnya untuk digunakan pada robot.Kesulitan utama dalam pengembangan e-skin atau kulit elektronik pada robot adalah kurangnya komposit yang cocok dengan sifat fisikokimia dan sensoris seperti kulit manusia. Tim peneliti dari Southeast University menemukan solusinya dengan mengembangkan e-skin baru ini yang didasarkan pada sutra alami, sebuah material protein.Mereka juga menambahkan ion kalsium penyerap air, ion hidrogen asam lemah, dan nanomaterial dua dimensi yang sensitif terhadap stimulus lingkungan untuk menyintesis e-skin tersebut.E-skin ini memiliki semua sifat fisikokimia mirip kulit yang diinginkan, seperti kelenturan, kemampuan penyembuhan diri, aktivitas antibakterial, serta keasaman yang lemah, dan e-skin ini dapat merasakan suhu, tekanan, maupun kelembapan sekitarnya setelah dinyalakan, ujar Duan Shengshun, salah seorang anggota tim peneliti."E-skin ini menyembuhkan diri sendiri," tambah Duan, seraya menyebutkan bahwa pencangkokan kulit dapat dengan mudah dilakukan dengan menempelkan potongan kulit baru ke bagian kulit yang tergores.Temuan ini telah dipublikasikan di dalam jurnal ACS Nano.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PLTA China hasilkan 38,9 miliar kWh listrik pada 2021
Indonesia
•
01 Jan 2022

Roket pengangkut seri Long March China lakukan peluncuran sukses ke-150
Indonesia
•
31 Jul 2023

China dirikan lembaga penelitian kedokteran pertama di negara itu yang didukung komputasi kuantum
Indonesia
•
10 Dec 2024

Ekskavasi terbaru situs manusia kera Yuanmou dimulai di China barat daya
Indonesia
•
24 Jul 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
