
Peneliti Australia temukan bahwa madu lebah lokal mampu atasi resistansi antibiotik

Foto yang diabadikan pada 29 September 2024 ini menunjukkan kawanan lebah madu Malta di Mgarr, Malta. Otoritas lingkungan hidup Malta secara resmi mendeklarasikan lebah madu Malta sebagai Serangga Nasional negara tersebut, menyusul lima spesies nasional lainnya, seperti diumumkan pemerintah Malta pada Rabu (25/9). (Xinhua/Jonathan Borg)
Madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat lokal memiliki sifat antimikroba yang khas, menawarkan harapan baru dalam upaya memerangi ancaman resistansi antibiotik di seluruh dunia.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sejumlah peneliti telah menemukan bahwa madu yang dihasilkan oleh lebah tanpa sengat lokal memiliki sifat antimikroba yang khas, menawarkan harapan baru dalam upaya memerangi ancaman resistansi antibiotik di seluruh dunia.Dikenal secara lokal sebagai madu "kantong gula", madu dari tiga spesies, seperti Austroplebeia australis, menunjukkan aktivitas antimikroba yang luar biasa bahkan setelah menjalani proses pemanasan dan penyimpanan jangka panjang, karakteristik yang dapat membawa keuntungan bagi aplikasi medis komersial, menurut pernyataan dari Universitas Sydney (University of Sydney) pada Senin (23/6).Ketahanan ini membuat madu ini berbeda dengan madu yang diproduksi oleh lebah madu Eropa, yang efek antimikrobanya sering kali bergantung pada hidrogen peroksida dan dapat berkurang seiring berjalannya waktu atau karena panas, menurut pernyataan tersebut.Studi ini menemukan bahwa kekuatan antimikroba madu lebah tanpa sengat bergantung pada mekanisme peroksida dan nonperoksida, yang tetap efektif bahkan tanpa hidrogen peroksida, tidak seperti madu manuka, yang kemampuannya sangat bergantung pada tanaman tertentu.Kenya Fernandes dari Universitas Sydney, penulis utama studi ini, mengatakan bahwa efek antimikroba madu yang konsisten di berbagai lokasi menunjukkan bahwa lebah itu sendiri, bukan hanya tanamannya, yang memainkan peran penting."Aktivitas antimikroba konsisten di semua sampel madu 'kantong gula' yang diuji, tidak seperti madu lebah madu yang dapat bervariasi secara signifikan berdasarkan perubahan musim dan sumber bunga," kata Profesor Dee Carter dari Universitas Sydney, salah satu penulis studi tersebut.Lazim digunakan oleh penduduk asli Australia untuk dikonsumsi dan penyembuhan, madu kantong gula kini dipandang sebagai alternatif alami yang menjanjikan untuk antibiotik sintetis, menurut penelitian yang dijabarkan dalam jurnal Applied and Environmental Microbiology, yang diterbitkan oleh American Society for Microbiology.Meskipun setiap sarang lebah tanpa sengat hanya menghasilkan 0,5 liter madu per tahun, perawatannya yang mudah dapat memungkinkan produksi dalam skala yang lebih besar. Dengan persetujuan dari regulator, madu ini kini dapat mengakses pasar bernilai tinggi, dan penelitian yang sedang berlangsung mengenai sifat antimikrobanya menawarkan harapan baru untuk melawan resistansi antibiotik, kata para peneliti.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Kota di timur laut China jadi lokasi favorit beragam pengujian kendaraan
Indonesia
•
13 Feb 2023

Australia mulai bangun teleskop radio paling kuat
Indonesia
•
05 Dec 2022

Museum peninggalan budaya berusia 4.000 tahun dibuka di Xiangfen, China
Indonesia
•
15 Nov 2024

Komite peninjauan tolak rencana pelapisan Piramida Menkaure di Giza, Mesir
Indonesia
•
16 Feb 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
