
Mahkamah Agung Israel putuskan kaum Yahudi ultra-Ortodoks harus mulai ikut wajib militer

Para pria Yahudi ultra-Ortodoks menggelar aksi unjuk rasa untuk memprotes keputusan Mahkamah Agung Israel di Bnei Brak, Israel, pada 27 Juni 2024. Mahkamah Agung Israel pada Selasa (25/6) memutuskan bahwa pemerintah harus merekrut para pria ultra-Ortodoks untuk dinas militer, sebuah keputusan yang mengancam akan menggoyahkan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di tengah perang di Gaza. (Xinhua/Jamal Awad)
Mahkamah Agung Israel telah memutuskan bahwa pemerintah harus mengikutsertakan pria Yahudi ultra-Ortodoks ke dalam wajib militer, sebuah keputusan yang mengancam kestabilan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah perang yang sedang berkecamuk di Gaza.
Yerusalem (Xinhua) – Mahkamah Agung Israel pada Selasa (25/6) memutuskan bahwa pemerintah harus mengikutsertakan pria Yahudi ultra-Ortodoks ke dalam wajib militer, sebuah keputusan yang mengancam kestabilan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah perang yang sedang berkecamuk di Gaza.Dalam sebuah putusan dengan suara bulat, para hakim menyimpulkan bahwa "tidak ada dasar hukum" terkait pembebasan wajib militer yang telah lama diberikan kepada para siswa seminari Yahudi ultra-Ortodoks, dan bahwa undang-undang wajib militer negara itu juga harus diterapkan kepada kaum pria Yahudi ultra-Ortodoks.Mengacu pada perang Israel di Gaza yang telah berlangsung hampir sembilan bulan, lembaga peradilan itu menyampaikan bahwa "pada puncak masa perang yang sulit, beban ketidaksetaraan menjadi makin parah dari sebelumnya."
Para anggota kepolisian Israel menangkap seorang pria Yahudi ultra-Ortodoks yang memprotes keputusan Mahkamah Agung Israel di Bnei Brak, Israel, pada 27 Juni 2024. Mahkamah Agung Israel pada Selasa (25/6) memutuskan bahwa pemerintah harus merekrut para pria ultra-Ortodoks untuk dinas militer, sebuah keputusan yang mengancam akan menggoyahkan pemerintahan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu di tengah perang di Gaza. (Xinhua/Jamal Awad)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel umumkan penundaan pembebasan tahanan Palestina
Indonesia
•
24 Feb 2025

Opini: Vietnam semakin menegaskan peran pentingnya di ASEAN
Indonesia
•
07 Nov 2022

Wamenlu Rusia: Rusia dapat tempatkan rudal di Asia jika rudal AS muncul di sana
Indonesia
•
28 Nov 2024

PM Singapura: ASEAN harus terus boikot junta Myanmar
Indonesia
•
15 Jan 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
