Data NASA ungkap keberadaan mantel ‘bergumpalan’ di Mars

Seorang anak mencoba modul penjelajah Mars di bawah arahan seorang pemandu di basis popularisasi ilmu kedirgantaraan di kawasan industri manufaktur satelit di Hebi, Provinsi Henan, China tengah, pada 21 April 2025. (Xinhua/Du Xiaoyi)
Material berbatu hasil tumbukan purba ditemukan tersebar dalam bentuk gumpalan-gumpalan raksasa di seluruh mantel Mars, memberikan wawasan baru mengenai struktur interior planet itu dan sejarah awalnya.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Material berbatu hasil tumbukan purba ditemukan tersebar dalam bentuk gumpalan-gumpalan raksasa di seluruh mantel Mars, memberikan wawasan baru mengenai struktur interior planet itu dan sejarah awalnya, menurut studi terbaru yang dipublikasikan pada Kamis (28/8).Pecahan-pecahan dari dampak tumbukan dahsyat di Mars yang terjadi 4,5 miliar tahun silam telah terdeteksi jauh di bawah permukaan planet itu oleh wahana pendarat (lander) NASA InSight, yang merekam temuan tersebut sebelum misinya berakhir pada 2022 lalu.Tumbukan purba tersebut melepaskan energi yang cukup untuk melelehkan bagian kerak dan mantel awal Mars seukuran benua menjadi lautan magma yang sangat luas, sekaligus menyuntikkan fragmen penumbuk dan material Mars jauh ke dalam struktur interior planet itu, menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science tersebut.Sisa-sisa tumbukan itu masih ada dalam bentuk gumpalan hingga 4 kilometer yang tersebar di seluruh mantel Mars."Kami belum pernah melihat bagian dalam sebuah planet dengan detail dan kejelasan setajam ini sebelumnya," ujar Constantinos Charalambous dari Imperial College London selaku penulis utama studi itu. "Apa yang kami lihat adalah mantel yang dipenuhi fragmen-fragmen purba. Keberadaan fragmen itu hingga saat ini menunjukkan kepada kita bahwa mantel Mars berevolusi dengan lambat selama miliaran tahun. Di Bumi, elemen-elemen seperti ini kemungkinan besar sudah hilang."Wahana pendarat InSight, yang menempatkan seismometer pertama di permukaan Mars pada 2018, telah merekam 1.319 gempa Mars selama misinya, memberikan data terperinci yang memfasilitasi temuan tersebut, menurut NASA.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Peneliti China ungkap mengapa jerapah berleher panjang
Indonesia
•
03 Jun 2022

Ilmuwan China berupaya ciptakan bendera pertama yang dapat berkibar di permukaan Bulan
Indonesia
•
10 Jan 2025

Peneliti Siberia teliti virus paleo dari sisa hewan purba
Indonesia
•
19 Feb 2021

Taiwan rumah pepohonan berusia ribuan tahun
Indonesia
•
23 May 2021
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Ilmuwan kembangkan kristal baru, capai terobosan dalam ‘output’ laser ultraviolet vakum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Tim ilmuwan manfaatkan baterai kuantum untuk jadi pemasok daya super bagi komputer kuantum
Indonesia
•
30 Jan 2026

Feature – Ekspedisi China ungkap fenomena bukaan es di Antarktika
Indonesia
•
30 Jan 2026
