
Ilmuwan ungkap mekanisme bertahan hidup di Palung Mariana, tempat terdalam di lautan Bumi

Foto yang diabadikan pada 2020 ini menunjukkan kapal selam laut dalam berawak milik China, Fendouzhe (Pekerja Keras), yang dilengkapi produk lampu sorot yang diciptakan secara mandiri oleh sebuah perusahaan di Foshan, Provinsi Guangdong, China selatan. (Xinhua)
Mekanisme bertahan hidup dari kehidupan misterius di Palung Mariana, tempat terdalam di lautan Bumi, terungkap lewat penelitian dari keanekaragaman hayati.
Shanghai, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dalam sebuah studi inovatif, tim ilmuwan China mengungkap mekanisme bertahan hidup dari kehidupan misterius di Palung Mariana, tempat terdalam di lautan Bumi.Menggunakan spesimen yang dikumpulkan oleh kapal selam laut dalam berawak China, yakni Fendouzhe (Pekerja Keras), tim peneliti tersebut dapat mengungkap strategi adaptasi baru dan potensi sumber daya mikroorganisme, krustasea, dan spesies ikan di lingkungan ekstrem, demikian menurut tiga makalah yang diterbitkan pada Jumat (7/3) di jurnal Cell.Palung Mariana merupakan jurang yang gelap dan dingin yang kedalamannya mencapai hampir 11.000 meter dengan tekanan 1.100 atmosfer dan dulunya dianggap sebagai "zona tanpa kehidupan". Pada 10 November 2020, Fendouzhe mencapai palung tersebut dan mengungkap ekosistemnya yang melimpah.Tim ilmuwan tersebut telah mengidentifikasi lebih dari 7.500 genom representatif dari mikroorganisme prokariotik di tingkat spesies, hampir 90 persen di antaranya merupakan yang baru yang belum pernah dilaporkan sebelumnya. Keanekaragamannya sebanding dengan total keanekaragaman mikroba laut yang diketahui secara global.Mereka juga menemukan bahwa amphipoda, invertebrata yang mirip seperti udang, memiliki genom empat kali lebih besar daripada genom manusia.Studi terhadap genom 11 spesies ikan laut dalam di Palung Mariana mengungkapkan bahwa akumulasi sejenis asam lemak dapat membantu ikan tersebut beradaptasi dengan lingkungan bertekanan tinggi.Hasil penelitian tersebut telah memperluas pemahaman manusia tentang ekosistem laut hingga ke kedalaman 10.000 meter. Selain itu, gen, struktur, dan fungsi biologis yang baru ditemukan dapat memberikan pendekatan inovatif untuk mengatasi krisis sumber daya hayati global.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Flu burung ancam koloni penguin di Afrika Selatan
Indonesia
•
19 Sep 2022

Peneliti China tingkatkan efisiensi sel perovskite secara signifikan
Indonesia
•
10 Aug 2023

Astronaut Shenzhou-19 lakukan eksperimen baru di stasiun luar angkasa
Indonesia
•
15 Jan 2025

Situs pemakaman Dinasti Utara jadi penemuan arkeologi terbesar di China pada 2022
Indonesia
•
28 Mar 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
