
Wawancara – Ketua asosiasi Jerman sebut proteksionisme kirim "sinyal yang keliru pada waktu yang tidak tepat"

Para pengunjung berjalan melewati booth Invest in China dalam acara Hannover Messe 2024 di Hannover, Jerman, pada 22 April 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)
Mengimplementasikan tarif baru dan menerapkan proteksionisme mengirimkan sinyal yang keliru pada waktu yang tidak tepat.
Berlin, Jerman (Xinhua) – Mengimplementasikan tarif baru dan menerapkan proteksionisme mengirimkan sinyal yang keliru pada waktu yang tidak tepat, demikian dikatakan kepala asosiasi perdagangan luar negeri Jerman dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Xinhua.Michael Schumann, Ketua Dewan Asosiasi Federal Jerman untuk Pembangunan Ekonomi dan Perdagangan Luar Negeri (BWA), menekankan bahwa pihaknya telah lama menentang pengimplementasian tarif, langkah-langkah hukuman, dan kebijakan proteksionis, khususnya yang terkait e-mobilitas.Dia menggarisbawahi kemajuan Jerman yang lambat dalam transisi menuju e-mobilitas, mengutip minimnya mobil di jalanan dan dominasi kendaraan listrik yang mahal sebagai tantangan utama."Persaingan, terutama dengan model harga yang lebih murah (dari China), akan mempercepat kemajuan kami dalam mencapai target kami," kata Schumann, seraya berpendapat bahwa persaingan semacam itu akan menguntungkan industri otomotif dan konsumen, mengurangi emisi karbon, dan memfasilitasi transisi menuju kendaraan listrik.
Mobil listrik BMW i3 terlihat dalam acara peresmian Pabrik Lydia BMW Brilliance Automotive (BBA) di Distrik Tiexi, Shenyang, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 23 Juni 2022. (Xinhua/Yang Qing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China luncurkan katalog industri baru, buka investasi asing lebih banyak
Indonesia
•
29 Oct 2022

Taiwan tawarkan Indonesia peluang produksi sepeda listrik
Indonesia
•
19 Jul 2020

Indonesia bangun 48 “smelter”, tingkatkan nilai tambah nikel
Indonesia
•
28 Jul 2020

Presiden China dan Pantai Gading gelar pembicaraan via telepon
Indonesia
•
21 Dec 2022


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
