
Menlu Iran sebut ancaman blokade AS gagalkan perundingan Islamabad

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menghadiri konferensi pers bersama di Teheran, Iran, pada 18 Januari 2026. (Xinhua/Shadati)
Setiap kapal militer yang berniat mendekati Selat Hormuz dengan dalih atau alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan tegas.
Teheran, Iran (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Seyed Abbas Araghchi menyalahkan tuntutan maksimalis dan ancaman blokade Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS) atas kegagalan kedua negara mencapai kesepakatan dalam perundingan damai terbaru mereka di Pakistan.
Araghchi menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah unggahan di platform media sosial X pada Senin (13/4) pagi waktu setempat, sembari menekankan bahwa Teheran dan Washington hanya "tinggal selangkah lagi" untuk mencapai kesepakatan dalam negosiasi mereka di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada Sabtu (11/4), untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.
"Dalam pembicaraan intensif di tingkat tertinggi dalam 47 tahun, Iran terlibat dengan AS dengan iktikad baik untuk mengakhiri perang. Namun, ketika hanya tinggal selangkah lagi dari 'MoU Islamabad', kami justru menghadapi maksimalisme, tuntutan yang berubah-ubah, dan blokade," ujar Araghchi.
"Tidak ada pelajaran yang dipetik. Niat baik akan dibalas dengan niat baik. Permusuhan akan melahirkan permusuhan," tambahnya.
Menanggapi gagalnya perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Ahad (12/4) mengatakan AL AS akan mulai memblokade kapal-kapal yang mencoba masuk atau keluar Selat Hormuz.
Komandan AL Iran, Shahram Irani, pada Ahad menyebut ancaman Trump untuk memberlakukan blokade AL di Selat Hormuz "sangat konyol dan menggelikan." Demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Tasnim.
Dia menambahkan AL Iran sedang memantau semua pergerakan pasukan AS di kawasan tersebut.
Pada Ahad yang sama, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa setiap kapal militer yang berniat mendekati Selat Hormuz dengan dalih atau alasan apa pun akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan tegas.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Dinas Rahasia AS tembak mati pria yang coba masuk secara ilegal ke properti Trump
Indonesia
•
23 Feb 2026

Tabung Haji Malaysia siapkan cetak biru 2020-2024 tingkatkan layanan Haji
Indonesia
•
16 Dec 2019

PM Pakistan serukan strategi kolektif menentang Islamofobia
Indonesia
•
28 Oct 2020

Menlu Rusia sebut AS gagal menekan tatanan dunia multipolar
Indonesia
•
27 Dec 2022


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
