
Militer AS masih seliweran di Timur Tengah, Iran sebut AS agresif

Orang-orang berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. (Xinhua/Shadati)
Kesepakatan AS dan Iran harus mencakup larangan pengayaan uranium, pemusnahan uranium yang telah diperkaya, pembatasan rudal jarak jauh, serta penghentian dukungan bagi proksi-proksi regional.
Washington, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (30/1) mengungkapkan Gedung Putih telah menyampaikan secara tertutup tenggat waktu bagi Iran untuk mencapai kesepakatan, tetapi enggan membeberkan waktu pastinya kepada publik.
Ketika ditanya wartawan di Gedung Putih apakah Iran telah diberi tenggat waktu, Trump menjawab: "Hanya mereka yang tahu pasti."
Saat ditanya tentang apakah Pentagon memiliki jadwal untuk mengurangi kehadiran militer AS di kawasan Timur Tengah, Trump mengatakan, "Kita lihat saja bagaimana perkembangannya. Mereka harus berada di suatu tempat, jadi sebaiknya mereka berada di dekat Iran."
Pernyataan terbaru Trump disampaikan ketika Washington meningkatkan tekanan militer pada negara Timur Tengah tersebut, yang dilanda kerusuhan nasional sejak akhir Desember 2025.
Trump pada Rabu (28/1) mengatakan bahwa sebuah "armada besar", yang dipimpin oleh kapal induk Abraham Lincoln, sedang menuju Iran, dan memperingatkan bahwa "waktu hampir habis" bagi Teheran untuk membuat kesepakatan dengan AS.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat mengatakan Teheran secara konsisten mengupayakan interaksi dan dialog untuk menyelesaikan perselisihan dan tidak menghendaki perang. Dia mengkritik negara-negara Barat, dengan mengatakan tindakan mereka menunjukkan kurangnya komitmen praktis terhadap diplomasi dan hukum internasional terlepas dari klaim mereka.
Dia mengatakan pendekatan Iran berlandaskan pada "diplomasi berbasis martabat", interaksi dalam kerangka hukum internasional, sikap saling menghormati, serta menghindari penggunaan ancaman atau paksaan. "Setiap agresi terhadap negara dan rakyatnya akan direspons dengan cepat dan tegas," imbuhnya.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi pada Jumat di Istanbul mengatakan Iran terbuka untuk bernegosiasi dengan AS, tetapi tidak di bawah ancaman.
AS mengatakan kesepakatan dengan Iran harus mencakup larangan pengayaan uranium, pemusnahan uranium yang telah diperkaya, pembatasan rudal jarak jauh, serta penghentian dukungan bagi proksi-proksi regional. Seluruh persyaratan tersebut telah ditolak Teheran.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Ribuan orang berunjuk rasa di London, protes serangan AS dan Israel terhadap Iran
Indonesia
•
10 Mar 2026

Aksi penembakan warnai parade kemenangan Super Bowl AS, sejumlah orang terluka
Indonesia
•
15 Feb 2024

China sambut Brasil jadi bagian dari peserta pembangunan bersama Sabuk dan Jalur Sutra
Indonesia
•
27 Jul 2024

Presiden Iran: AS lancarkan "perang tanpa akhir" untuk jarah sumber daya negara-negara lain
Indonesia
•
19 May 2025


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
