
NASA dan SpaceX luncurkan misi rotasi kru baru ke ISS

Foto yang diabadikan pada 25 Februari 2023 ini menunjukkan roket SpaceX Falcon 9 dan wahana antariksa Dragon di Kennedy Space Center NASA di Florida, Amerika Serikat. (Xinhua/NASA)
Misi Crew-11 membawa astronaut NASA Zena Cardman dan Mike Fincke, astronaut Badan Eksplorasi Kedirgantaraan Jepang (JAXA) Kimiya Yui, dan kosmonaut Roscosmos Oleg Platonov ke laboratorium yang mengorbit.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – NASA dan SpaceX meluncurkan misi rotasi kru baru ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS) pada Jumat (1/8), menandai penerbangan komersial ke-11 di bawah Program Kru Komersial (Commercial Crew Program) NASA.Misi dengan nama sandi Crew-11 itu membawa astronaut NASA Zena Cardman dan Mike Fincke, astronaut Badan Eksplorasi Kedirgantaraan Jepang (JAXA) Kimiya Yui, dan kosmonaut Roscosmos Oleg Platonov ke laboratorium yang mengorbit tersebut.Para kru lepas landas pada pukul 11.43 Eastern Time (22.43 WIB) dengan roket SpaceX Falcon 9 dari Kennedy Space Center NASA di Florida. Mereka akan terbang dengan wahana antariksa SpaceX Dragon.Setelah tahap pemisahan, tahap pertama Falcon 9 berhasil kembali dan mendarat di Zona Pendaratan 1 SpaceX di Cape Canaveral Space Force Station di Florida. Wahana antariksa Dragon telah berpisah dari tahap kedua roket tersebut dan kini terbang secara independen.Wahana antariksa itu dijadwalkan melakukan penambatan (docking) di ISS pada Sabtu (2/8) sekitar pukul 03.00 Eastern Time (14.00 WIB) setelah menempuh perjalanan sekitar 15 jam.Selama berada di laboratorium yang mengorbit, para astronaut akan mendukung berbagai penelitian ilmiah dan demonstrasi teknologi. Tugas mereka meliputi simulasi pendaratan di Bulan, menguji strategi perlindungan penglihatan, serta melakukan studi untuk meningkatkan kesehatan dan kinerja manusia di luar angkasa.Para kru juga akan mempelajari pembelahan sel tanaman dan efek mikrogravitasi pada virus pembunuh bakteri, serta melakukan eksperimen untuk menghasilkan volume sel punca manusia yang lebih tinggi dan membuat nutrisi sesuai permintaan, menurut NASA.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Dimethyl ether energi alternatif LPG
Indonesia
•
22 Jul 2020

Detektor plasma, alat pemantau di stasiun luar angkasa China
Indonesia
•
26 Aug 2022

Studi: Samudra Selatan lepaskan jauh lebih banyak CO2 pada musim dingin dibanding perkiraan
Indonesia
•
07 Nov 2025

COVID-19 – Rusia garap vaksin gabungan lawan virus corona dan flu
Indonesia
•
22 Oct 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
