
China ungkap tugas-tugas dalam misi luar angkasa berawak Shenzhou-15

Fei Junlong (tengah), Deng Qingming (kanan), dan Zhang Lu, tiga taikonaut China untuk misi Shenzhou-15 mendatang, menjumpai awak media di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 28 November 2022. (Xinhua/Li Gang)
Misi Shenzhou-15 akan merampungkan tahap terakhir dari pembangunan stasiun luar angkasa China serta memulai tahap pertama penerapan dan pengembangannya.
Jiuquan, China (Xinhua) – Para astronaut Shenzhou-15 akan melakukan rotasi dengan tiga kru Shenzhou-14 di orbit dan melakukan verifikasi masa tinggal jangka panjang di stasiun luar angkasa China pada konfigurasi tiga modulnya, demikian diumumkan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Senin (28/11).Misi Shenzhou-15 akan merampungkan tahap terakhir dari pembangunan stasiun luar angkasa China serta memulai tahap pertama penerapan dan pengembangannya, ujar Ji Qiming, asisten direktur CMSA, dalam konferensi pers.Dalam misi tersebut, kru Shenzhou-15 juga akan membuka, memasang, dan menguji 15 kabinet eksperimen ilmiah, serta melakukan lebih dari 40 percobaan dan pengujian di bidang penelitian dan aplikasi ilmu antariksa, kedokteran antariksa, dan teknologi antariksa.Mereka akan melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activities/EVA) sebanyak tiga sampai empat kali dan menyelesaikan pemasangan set pompa tambahan (extended pump set) modul laboratorium Mengtian dan platform muatan eksposur (exposure payload platform), ungkap Ji.Para kru akan memverifikasi mode eksit kabin kunci udara (airlock) kargo dari modul Mengtian, dan bekerja sama dengan tim di Bumi untuk menyelesaikan enam tugas eksit kargo, papar Ji.Mereka akan secara rutin melakukan pengujian platform, pemeliharaan, dan manajemen urusan stasiun luar angkasa.Selain itu, kru Shenzhou-15 akan melakukan latihan, pelatihan, dan simulasi perlindungan kesehatan di orbit, imbuh Ji.Pesawat luar angkasa berawak Shenzhou-15 akan diluncurkan pada Selasa (29/11) pukul 23.08 Waktu Beijing atau 22.08 WIB dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian sebut lebih dari 200 gletser utama di Italia hilang akibat perubahan iklim
Indonesia
•
11 Aug 2022

Aplikasi Telegram luncurkan panggilan video dengan enkripsi
Indonesia
•
16 Aug 2020

Studi: Sinar matahari pagi dan sore tetap bisa merusak kulit, risiko kanker mengintai
Indonesia
•
01 Jul 2026

Tim peneliti temukan lukisan gua tertua di Indonesia berusia 51.200 tahun
Indonesia
•
09 Jul 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
