
Musang luwak, spesies perlindungan kelas dua di China, ditemukan di Hainan

Foto tangkapan layar ini menunjukkan seekor musang luwak, spesies di bawah perlindungan kelas dua di China, sedang mencari makan di Taman Lahan Basah Nasional Haiwei di Changjiang, Provinsi Hainan, China selatan. (Xinhua)
Paradoxurus hermaphroditus atau musang luwak berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi di hutan primer karena dapat membantu menyebarkan benih-benih tumbuhan.
Haikou, China (Xinhua) – Musang Luwak (Paradoxurus hermaphroditus), yang berada di bawah perlindungan kelas dua di China, baru-baru ini tertangkap kamera inframerah yang dipasang di Taman Lahan Basah Nasional Haiwei di Changjiang, Provinsi Hainan, China selatan, demikian diumumkan pihak manajemen taman tersebut pada Jumat (9/2).Wakil Ketua Pusat Manajemen Taman Lahan Basah Nasional Haiwei Xue Meili sedang melakukan tugasnya memeriksa data rekaman kamera inframerah pada Jumat dini hari saat dirinya tiba-tiba menemukan rekaman jejak gerakan musang luwak liar.Musang luwak yang terekam pada 19 November 2023 pukul 03.00 itu tampak memiliki pola tutul yang jelas dan ukuran badan yang sedikit lebih besar dari kucing peliharaan. Paradoxurus hermaphroditus yang tertangkap kamera itu sedang mencari makan pada malam hari di tengah area pepohonan.Menurut Xue, spesies ini sebagian besar dapat dijumpai di Provinsi Hainan, Yunnan, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, serta sejumlah wilayah di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Paradoxurus hermaphroditus sebagian besar berhabitat di hutan hujan tropis, hutan monsun, dan hutan subtropis yang memiliki pohon-pohon berdaun lebar dan selalu hijau. Spesies ini berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekologi di hutan primer karena dapat membantu menyebarkan benih-benih tumbuhan."Ditemukannya musang luwak di taman ini mengindikasikan bahwa keanekaragaman hayati di taman lahan basah ini terus meningkat. Rencana kami adalah memasang lebih banyak kamera inframerah di titik munculnya musang luwak kali ini," kata Xue. Lebih lanjut dia menambahkan bahwa beberapa jenis spesies lain yang terdaftar sebagai spesies perlindungan nasional China sudah pernah teramati di taman tersebut, di antaranya burung Siberian rubythroat, kucing kuwuk (leopard cat), dan sebagainya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan Australia manfaatkan AI untuk selamatkan Great Barrier Reef
Indonesia
•
15 Feb 2025

AI berisiko sebabkan ‘kemalasan intelektual’ siswa
Indonesia
•
11 Mar 2026

Mesir temukan pemakaman berusia 3.400 tahun di Minya
Indonesia
•
18 Oct 2023

COVID-19 - UEA mulai uji klinis tahap III “inactivated vaccine”
Indonesia
•
25 Jul 2020


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
