
Kisah – Tinggalkan mobil BBM, pemilik NEV di China bagikan pengalaman barunya

Pengunjung menjajal sebuah MPV energi baru di sebuah showroom pusat perbelanjaan di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 6 Juli 2023. (Xinhua/Wang Junbao)
New energy vehicle (NEV) memiliki lebih banyak konfigurasi dengan harga yang sama dibandingkan mobil berbahan bakar minyak (BBM), dengan fungsi mengemudi otonomos lebih canggih, lengkap dengan ventilasi dan pemanas jok standar, mode sentinel, dan sebagainya di seluruh seri.
Harbin, China (Xinhua) – Pada awal Juni, Song Jun, seorang warga Harbin, berjalan keluar dari sebuah pusat perbelanjaan di Harbin dengan perasaan gembira dan menghela napas lega setelah menyelesaikan kontrak pembelian mobilnya."Saya telah memakai mobil berbahan bakar minyak (BBM) sepanjang hidup saya dan tidak pernah terpikir untuk membeli kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV)," kata Song. "Saya pikir ini adalah tren, lagipula biaya operasionalnya juga lebih murah daripada SUV bensin, jadi saya membelinya. Karena alasan ini, saya menjual SUV bensin 3.0T merek Jepang saya," imbuhnya.Pria kelahiran 1967 itu membeli sebuah SUV energi baru dari merek mewah China di Harbin seharga 460.000 yuan.Kendati Harbin memiliki iklim yang dingin dan suhu terendah di musim dinginnya dapat mencapai minus 30 derajat Celsius lebih, hal ini tidak menghentikan masyarakat di sana untuk membeli NEV.Alih-alih mesin dan sasis, Song lebih memperhatikan sistem bantuan mengemudi yang cerdas, kelancaran komputasinya, ruang interior, dan kekayaan konfigurasi ketika dia membeli NEV."Hampir setiap konsultan penjualan NEV akan memberi perhatian lebih untuk memperkenalkan konfigurasi dan konsumsi energi kendaraan," ujar Song. Mengambil contoh SUV energi baru yang dibelinya, dia menjelaskan bahwa kendaraan itu dapat mencapai sekitar 170 kilometer dengan jarak tempuh listrik murni sebagai program tambahan. Dibutuhkan waktu sekitar enam jam untuk pengisian daya penuh dengan stasiun pengisian daya rumah tangga, dan biayanya kurang dari 20 yuan untuk sekali pengisian."Jika Anda menggunakan mode hybrid atau mode BBM murni, konsumsi bahan bakar per 100 kilometernya sekitar 10 liter. Namun sekarang saya sudah tidak lagi menggunakan (mode) bensin untuk perjalanan di dalam kota, saya selalu menggunakan energi listrik. Saya menempuh jarak sekitar 50 kilometer setiap hari dan mengisi dayanya saat pulang ke rumah, jadi biayanya jauh lebih murah daripada menggunakan SUV bensin," ungkap Song.
Pengunjung menjajal sebuah MPV energi baru di sebuah showroom pusat perbelanjaan di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, China timur laut, pada 6 Juli 2023. (Xinhua/Wang Junbao)
Foto yang diabadikan pada 6 Juli 2023 ini menunjukkan stasiun pengisian daya pribadi milik Song Jun yang dipasang di sebelah tempat parkirnya di Harbin, ibu kota Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Wang Junbao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Para awak Shenzhou-19 rampungkan aktivitas di luar wahana antariksa perdana
Indonesia
•
19 Dec 2024

Studi ungkap temuan baru pada evolusi telinga tengah mamalia
Indonesia
•
07 Dec 2023

Penderita kanker melahirkan melalui teknik pembekuan sel telur
Indonesia
•
19 Feb 2020

China rilis daftar habitat satwa liar terestrial utama
Indonesia
•
22 Dec 2023


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
