Spesies serangga baru ditemukan di lahan basah perkotaan di China selatan

Ilustrasi grafis ini menunjukkan spesies serangga yang baru ditemukan, 'Eidoreus haizhuensis'. (Xinhua)
Eidoreus haizhuensis termasuk dalam ordo Coleoptera, memiliki panjang 1,2 hingga 1,3 milimeter. Tubuhnya yang berwarna cokelat kemerahan berbentuk oval dan cembung di bagian dorsal maupun ventral. Kaki dan antenanya berwarna lebih terang.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China menemukan spesies serangga baru, Eidoreus haizhuensis, di sebuah lahan basah di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, China selatan, demikian pernyataan Akademi Ilmu Pengetahuan Guangdong pada Ahad (16/2).Menurut Yu Yali, seorang associate researcher di Institut Zoologi di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Guangdong, spesies baru itu ditemukan dalam proses klasifikasi dan identifikasi spesimen yang dilakukan sebagai bagian dari proyek pemantauan dan investigasi serangga yang komprehensif dan sistematis oleh tim peneliti di Lahan Basah Haizhu. Upaya klasifikasi dan identifikasi tersebut dimulai pada 2020.Temuan tim tersebut telah dipublikasikan di jurnal akademis internasional Zootaxa, yang mengungkapkan bahwa spesies yang termasuk dalam ordo Coleoptera ini memiliki panjang 1,2 hingga 1,3 milimeter. Tubuhnya yang berwarna cokelat kemerahan berbentuk oval dan cembung di bagian dorsal maupun ventral. Kaki dan antenanya berwarna lebih terang."Biasanya, kelompok serangga yang lebih besar menarik lebih banyak perhatian dan kelompok yang lebih kecil cenderung terabaikan," kata Yu, seraya menyebut bahwa temuan ini memperkaya keanekaragaman spesies serta sangat penting untuk perlindungan ekologis dan penelitian evolusi biologisMenariknya, meskipun sebagian besar spesies baru biasanya ditemukan di habitat alami pedesaan, temuan ini didapatkan di Lahan Basah Haizhu, yang membentang seluas 1.100 hektare dan terletak di jantung kota megapolitan Guangzhou.Menurut Lin Zhibin dari Lahan Basah Haizhu, penelitian keanekaragaman hayati dan upaya pemantauan berlangsung sejak 2012, bersamaan dengan berbagai upaya untuk menciptakan habitat yang mendukung kelangsungan hidup berbagai spesies. Hingga saat ini, 903 spesies serangga telah didokumentasikan di lahan basah tersebut.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Kapal pelacak antariksa China angkat sauh untuk misi baru
Indonesia
•
19 Dec 2022

Tim ilmuwan ungkap peran tersembunyi hidrogen dalam kesehatan usus manusia
Indonesia
•
28 Oct 2025

Studi ungkap rahasia umur panjang reptil dan amfibi
Indonesia
•
25 Jun 2022

Radiasi bersih merupakan pendorong utama pencairan gletser di Asia Tengah
Indonesia
•
02 Aug 2025
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
