
Ngengat bisa ‘mendengar’ suara ultrasonik dari tanaman tomat

Seorang petani merawat tanaman tomat di sebuah rumah kaca di Desa Shigezhuang, Distrik Fengrun, Kota Tangshan, Provinsi Hebei, China utara, pada 19 Desember 2019. (Xinhua/Mu Yu)
Ngengat betina memutuskan lokasi untuk bertelur berdasarkan suara ultrasonik yang dipancarkan oleh tanaman tomat.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti Israel menemukan bahwa ngengat betina memutuskan lokasi untuk bertelur berdasarkan suara ultrasonik yang dipancarkan oleh tanaman tomat. Penemuan ini memberikan bukti bahwa tanaman dan hewan dapat berinteraksi melalui gelombang suara, demikian menurut pernyataan dari Universitas Tel Aviv pada Selasa (15/7).Dalam penelitian sebelumnya, tim menemukan bahwa tanaman yang mengalami stres, seperti dehidrasi, memancarkan suara ultrasonik yang tidak dapat didengar manusia, tetapi dapat dideteksi oleh banyak hewan. Dalam penelitian baru ini, tim peneliti mengeksplorasi apakah serangga mampu mendeteksi dan merespons suara-suara ini.Mereka berfokus pada ngengat, yang bertelur di tanaman agar larva mereka mendapatkan makanan setelah menetas. Tim ingin mengetahui apakah ngengat menghindari bertelur pada tanaman yang memancarkan suara mengganggu.Dalam sebuah eksperimen, ngengat betina ditempatkan di antara dua kotak dan mengisolasi faktor pendengaran dari faktor karakteristik tanaman lainnya seperti warna dan aroma. Satu kotak dilengkapi dengan pengeras suara yang memutar rekaman suara ultrasonik dari tanaman tomat yang mengalami dehidrasi, sementara kotak lainnya tidak mengeluarkan suara.Ngengat ternyata memilih kotak yang memancarkan suara, yang menunjukkan bahwa mereka menafsirkan suara ultrasonik sebagai kehadiran tanaman hidup, walaupun tanaman itu sedang stres. Ketika organ pendengaran mereka diblokir, mereka tidak lagi menunjukkan preferensi untuk keduanya. Tim peneliti mengatakan hal ini mengonfirmasi bahwa mereka hanya merespons suara ultrasonik.Dalam pengujian lain, ngengat harus memilih antara dua tanaman tomat yang sehat, dengan satu tanaman di dekat pengeras suara yang memainkan rekaman suara ultrasonik dari tanaman yang stres dan satu tanaman lainnya tidak mengeluarkan suara. Kali ini, ngengat memilih tanaman yang tidak bersuara, menunjukkan bahwa mereka menghindari tanaman stres ketika ada pilihan yang jelas.Dalam tes terakhir, ngengat diberikan pilihan antara kotak yang hening dan kotak yang berisi ngengat jantan, yang juga menghasilkan suara ultrasonik yang serupa. Ngengat betina ternyata tidak menunjukkan preferensi, dan bertelur di kedua kotak.Tim peneliti menjelaskan bahwa, ketika memutuskan di mana akan bertelur, ngengat betina merespons secara spesifik terhadap suara yang dipancarkan tanaman, bukan suara serupa yang dihasilkan oleh ngengat jantan.Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal eLife. Tim peneliti mengatakan bahwa interaksi akustik antara tanaman dan hewan ada dalam lebih banyak bentuk dan memiliki peran yang luas. Penelitian mereka hanya langkah awal untuk mengungkap bagaimana tumbuhan dan hewan berinteraksi melalui suara di alam.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor pengguna energi penyumbang terbesar emisi karbon Indonesia
Indonesia
•
13 Dec 2019

China ubah gua kuno jadi pusat mahadata
Indonesia
•
05 Jun 2023

Vietnam berhasil produksi vaksin lawan demam babi Afrika
Indonesia
•
02 Jun 2022

Pesawat ruang angkasa Rusia mampu terbang ke Bulan dan Mars
Indonesia
•
05 Aug 2020


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
