Studi temukan olahraga 10 menit setiap hari bantu lawan kanker usus

Olahraga intensif selama 10

Ilustrasi. (Fitsum Admasu on Unsplash)

Olahraga intensif selama 10 menit setiap hari saja dapat memberikan perlindungan nyata terhadap kanker, khususnya kanker usus.

Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa olahraga intensif selama 10 menit setiap hari saja dapat memberikan perlindungan nyata terhadap kanker, khususnya kanker usus. Temuan ini memperkuat bukti bahwa aktivitas fisik, meski singkat, mampu memicu perubahan biologis penting di dalam tubuh yang berdampak langsung pada sel kanker.

Penelitian yang dilakukan oleh tim ilmuwan dari Universitas Newcastle menemukan bahwa olahraga singkat dapat menyebabkan perubahan cepat pada komposisi darah. Perubahan ini membawa sinyal biologis yang mampu menghambat pertumbuhan sel kanker usus sekaligus membantu sel tubuh memperbaiki kerusakan DNA. Hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah International Journal of Cancer.

Dalam studi ini, para peneliti menganalisis darah peserta sebelum dan sesudah melakukan olahraga intensif selama sekitar 10 menit. Mereka menemukan peningkatan sejumlah molekul kecil dalam aliran darah yang berperan mengurangi peradangan, memperbaiki fungsi pembuluh darah, serta mendukung metabolisme tubuh. Ketika darah yang diambil setelah olahraga dicampurkan dengan sel kanker usus di laboratorium, terjadi perubahan aktivitas pada lebih dari 1.300 gen.

Gen-gen tersebut berperan dalam proses perbaikan sel, produksi energi, dan pertumbuhan. Sejumlah gen yang biasanya mendorong pertumbuhan sel kanker justru dimatikan, sementara gen yang berfungsi memperbaiki kerusakan DNA diaktifkan. Salah satu gen penting yang meningkat aktivitasnya adalah PNKP, yang dikenal berperan dalam memperbaiki DNA yang rusak.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa olahraga meningkatkan efisiensi sel dalam menggunakan oksigen untuk menghasilkan energi. Pada saat yang sama, aktivitas gen yang berkaitan dengan pertumbuhan sel yang cepat—yang sering membuat kanker menjadi lebih agresif—justru ditekan. Selain itu, dari 249 protein yang dianalisis, 13 di antaranya meningkat setelah olahraga, termasuk interleukin-6 (IL-6), protein yang berperan penting dalam perbaikan sel.

Studi ini melibatkan 30 pria dan wanita berusia 50 hingga 78 tahun yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas, kondisi yang diketahui sebagai faktor risiko kanker. Meski demikian, seluruh peserta berada dalam kondisi kesehatan yang baik. Mereka diminta melakukan tes bersepeda intensif selama sekitar 10 menit sebelum sampel darah diambil untuk dianalisis.

Pemimpin penelitian, Dr. Sam Orange, menyebut temuan ini sangat mengejutkan karena menunjukkan bahwa olahraga tidak hanya bermanfaat bagi jaringan tubuh yang sehat, tetapi juga mengirimkan pesan kuat melalui darah yang dapat langsung memengaruhi perilaku sel kanker. Dia menegaskan bahwa bahkan satu sesi olahraga saja sudah mampu menciptakan lingkungan biologis yang kurang mendukung pertumbuhan kanker.

Kanker usus sendiri merupakan salah satu kanker paling umum dan mematikan. Di Inggris, kanker ini menempati peringkat keempat kanker terbanyak dan menyebabkan puluhan ribu kasus baru setiap tahun. Namun, aktivitas fisik diketahui dapat menurunkan risiko kanker usus hingga sekitar 20 persen. Aktivitas tersebut tidak harus berupa olahraga berat di pusat kebugaran, melainkan bisa dilakukan melalui berjalan kaki, bersepeda, berkebun, atau aktivitas rumah tangga.

Ke depan, para peneliti berencana meneliti apakah olahraga yang dilakukan secara rutin dapat memicu perubahan darah yang lebih tahan lama, serta bagaimana efek olahraga dapat bekerja bersamaan dengan pengobatan kanker seperti kemoterapi dan radioterapi. Penelitian ini dinilai sebagai langkah penting dalam memahami bagaimana tindakan sederhana dan gratis seperti olahraga dapat berkontribusi dalam pencegahan dan penanganan kanker.

Temuan ini membawa pesan kuat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang merasa tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga lama. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahkan 10 menit aktivitas fisik intensif dapat memberikan manfaat biologis besar dan membantu tubuh melindungi dirinya dari kanker.

Sumber: https://knowridge.com/

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait