
Pakaian antariksa baru untuk ‘extravehicular’ tingkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi astronaut

Foto hasil tangkapan layar yang diabadikan di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center/BACC) pada 15 Agustus 2025 ini menunjukkan astronaut Shenzhou-20 Chen Dong sedang melakukan ‘spacewalk’ di luar stasiun luar angkasa milik China yang sedang mengorbit. (Xinhua/Li Yanchen)
Pakaian luar angkasa baru untuk aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular) mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan lebih besar bagi para astronaut selama aktivitas spacewalk.
Jiuquan, China (Xinhua/Indonesia Window) – Dua pakaian luar angkasa baru untuk aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular) mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan lebih besar bagi para astronaut selama aktivitas spacewalk, demikian disampaikan Badan Antariksa Berawak China (China Manned Space Agency/CMSA) pada Kamis (30/10).Kedua pakaian antariksa baru ini, yang dikirim ke orbit pada Juli 2025 oleh wahana antariksa kargo Tianzhou-9, menawarkan peningkatan dalam kenyamanan termal, kemampuan antarmuka manusia-mesin, dan keselamatan operasional, sekaligus mempertahankan standar keandalan yang tinggi. Hal tersebut diungkap juru bicara CMSA, Zhang Jingbo, pada Kamis itu dalam konferensi pers yang difokuskan pada misi penerbangan antariksa berawak Shenzhou-21 mendatang.Secara khusus, satu pakaian antariksa di orbit, yang telah digunakan lebih dari 20 kali dan melampaui desain awalnya yakni 15 kali penggunaan dalam waktu tiga tahun, akan dipensiunkan dari misi extravehicular di masa mendatang.Zhang mengatakan ini adalah pakaian antariksa China pertama yang menjalani penilaian masa pakai di orbit dan penggunaan jangka panjang, memvalidasi keakuratan model dan metode pemantauan serta evaluasi kesehatan untuk pakaian antariksa extravehicular.Dia menambahkan bahwa pengujian lebih lanjut akan dilakukan terhadap material utama dan parameter karakteristik pakaian antariksa tersebut. Pakaian tersebut dijadwalkan untuk dikembalikan ke Bumi melalui pesawat antariksa generasi baru pada tahap selanjutnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Dua ilmuwan raih Penghargaan Nobel Fisika atas temuan yang pelopori pembelajaran mesin
Indonesia
•
10 Oct 2024

Kota permukiman era Romawi ditemukan di Mesir selatan
Indonesia
•
25 Jan 2023

Ilmuwan gunakan teknologi ‘deep learning’ untuk prediksi akurat es laut Antarktika
Indonesia
•
28 Mar 2024

Polusi udara partikulat bisa tingkatan mutasi pada kanker paru-paru di kalangan nonperokok
Indonesia
•
07 Jul 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
