Pakistan peringatkan potensi serangan militer India dalam waktu 24-36 jam

Para tentara Pakistan berbaris dalam parade militer Hari Republik di Islamabad, ibu kota Pakistan, pada 23 Maret 2025. Pakistan pada Ahad (23/3) memperingati Hari Republik ke-85, yang juga dikenal sebagai Hari Pakistan atau Hari Resolusi Pakistan. Hari tersebut diperingati setiap tahun untuk mengenang Resolusi Lahore yang disahkan pada 23 Maret 1940, salah satu tonggak penting dalam perjuangan mewujudkan negara merdeka. (Xinhua/PID)
Pakistan telah menerima informasi intelijen yang dapat dipercaya yang mengisyaratkan bahwa India sedang mempersiapkan aksi militer berdasarkan apa yang digambarkannya sebagai "tuduhan tidak berdasar dan dibuat-buat" terkait insiden baru-baru ini di Pahalgam, yang terletak di Kashmir yang dikuasai India.
Islamabad, Pakistan (Xinhua/Indonesia Window) – Menteri Informasi dan Penyiaran Pakistan Attaullah Tarar pada Rabu (30/4) memperingatkan bahwa India mungkin merencanakan serangan militer dalam waktu 24 hingga 36 jam ke depan.Dalam sebuah pernyataan video, Tarar mengatakan Pakistan telah menerima informasi intelijen yang dapat dipercaya yang mengisyaratkan bahwa India sedang mempersiapkan aksi militer berdasarkan apa yang digambarkannya sebagai "tuduhan tidak berdasar dan dibuat-buat" terkait insiden baru-baru ini di Pahalgam, yang terletak di Kashmir yang dikuasai India.Tarar memperingatkan bahwa langkah seperti itu oleh India akan ditanggapi dengan respons yang "tegas.""Peran berlebihan yang diambil oleh India untuk menjadi hakim, juri, dan pengeksekusi di wilayah ini adalah tindakan yang sembrono dan ditolak dengan keras," kata Tarar.Menteri tersebut mengatakan Pakistan telah menawarkan penyelidikan yang "terbuka, kredibel, transparan, dan independen" oleh sebuah komisi ahli yang netral untuk menetapkan fakta-fakta di balik insiden Pahalgam.Namun, India memilih "irasionalitas dan konfrontasi" alih-alih penyelidikan yang masuk akal, lanjutnyaTarar memperingatkan bahwa setiap petualangan militer India akan ditanggapi dengan "pasti dan tegas," serta mendesak masyarakat internasional untuk memahami bahwa tanggung jawab atas eskalasi apa pun akan ditanggung oleh India.Dia menegaskan kembali tekad Pakistan untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya dengan biaya apa pun.Ketegangan antara kedua negara bertetangga di Asia Selatan ini meningkat menyusul serangan mematikan terhadap sejumlah wisatawan di Pahalgam sebelumnya pada bulan ini, yang menewaskan sedikitnya 25 orang, menurut laporan media India.India menuduh Pakistan terlibat dalam serangan tersebut, yang dibantah keras oleh Islamabad.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

AS akan kirim senjata ke Ukraina via NATO, ancam ‘tarif berat’ terhadap Rusia
Indonesia
•
15 Jul 2025

COVID-19 – Pakistan setujui penggunaan darurat vaksin Sputnik V Rusia
Indonesia
•
25 Jan 2021

Menlu China dan Mesir capai konsensus penting dalam pembicaraan di Kairo
Indonesia
•
15 Jan 2024

Lima Marinir AS tewas dalam kecelakaan helikopter
Indonesia
•
09 Feb 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
