
Houthi sebut Pelabuhan Yaman rugi 1,4 miliar dolar AS akibat serangan AS dan Israel sejak Juli 2024

Tangkapan layar video yang bersumber dari Pusat Media Houthi menunjukkan sebuah truk tangki yang terbakar pascaserangan udara Amerika Serikat terhadap pelabuhan bahan bakar Ras Isa milik Yaman di Hodeidah, Yaman, pada 17 April 2025. (Xinhua)
Pelabuhan-pelabuhan utama Laut Merah Yaman, yaitu Hodeidah, Salif, dan Ras Issa, mengalami kerugian sekitar 1,4 miliar dolar AS dari Juli 2024 hingga Mei tahun ini di tengah serangan udara Amerika Serikat dan Israel.
Aden, Yaman (Xinhua/Indonesia Window) – Pelabuhan-pelabuhan utama Laut Merah Yaman, yaitu Hodeidah, Salif, dan Ras Issa, mengalami kerugian sekitar 1,4 miliar dolar AS dari Juli 2024 hingga Mei tahun ini di tengah serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel, demikian disampaikan kelompok Houthi pada Ahad (25/5).*1 dolar AS = 16.289 rupiahSerangan udara AS dan Israel menargetkan infrastruktur pelabuhan sipil dan fasilitas operasional, yang mengakibatkan kehancuran dermaga, derek utama, pembangkit listrik, generator, dan fasilitas logistik di ketiga pelabuhan tersebut, kata Red Sea Ports Corporation, yang dikendalikan Houthi, dalam sebuah konferensi pers di Hodeidah.Kerusakan juga mencakup "dermaga apung, kapal tunda, dan gudang yang berfungsi untuk membongkar muatan makanan, bahan bantuan, dan pasokan medis" di ketiga pelabuhan itu, lanjut Red Sea Ports Corporation. Perusahaan tersebut juga menyerukan dukungan segera untuk upaya rekonstruksi.Sejak November 2023, Houthi menyerang Israel dan kapal-kapal yang berkaitan dengan Israel untuk menunjukkan solidaritas bagi warga Palestina di tengah perang di Gaza.Sebagai balasan, Israel meluncurkan serangkaian serangan udara terhadap target-target milik Houthi. AS melakukan gempuran udara dan serangan rutin terhadap lokasi-lokasi Houthi sejak Januari 2024 dalam sebuah upaya gabungan untuk menghalangi kelompok bersenjata tersebut, yang kemudian mendorong Houthi untuk memperluas serangan kepada kapal-kapal AS.Pada pertengahan Maret, Presiden AS Donald Trump memerintahkan "tindakan militer yang tegas dan kuat" terhadap Houthi setelah kelompok tersebut mengumumkan rencana untuk melanjutkan kembali serangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah, dengan menyebut blokade Israel terhadap bantuan kemanusiaan ke Gaza sebagai alasannya.Pada awal Mei, Houthi dan AS dilaporkan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi Oman. Menurut kesepakatan itu, Houthi setuju untuk menangguhkan serangan terhadap kapal-kapal AS di Laut Merah sebagai ganti atas penghentian serangan udara AS terhadap posisi-posisi Houthi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB kirimi PM Israel surat untuk sampaikan kekhawatiran terkait UU pelarangan UNRWA
Indonesia
•
30 Oct 2024

Israel sebut waktu untuk solusi diplomatik dengan Hizbullah "singkat"
Indonesia
•
07 Jan 2024

Xi Jinping serukan pembangunan hubungan China-Jepang yang sesuai dengan tuntutan zaman
Indonesia
•
18 Nov 2022

Tujuh warga Palestina dan seorang polisi Israel tewas di Tepi Barat
Indonesia
•
08 Jan 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
