
Studi baru ungkap evolusi gurun terluas di China

Foto dari udara yang diabadikan pada 7 September 2023 ini menunjukkan pemandangan sebuah objek wisata gurun di wilayah Makit, Kashgar, Daerah Otonom Uighur Xinjiang, China barat laut. (Xinhua/Li An)
Pembentukan awal Gurun Taklimakan terjadi setidaknya 1,8 juta tahun yang lalu, meski waktu pasti untuk fase awal ini masih belum ditentukan.
Lanzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Lanzhou di China menyajikan wawasan berharga mengenai pembentukan dan evolusi Gurun Taklimakan, gurun terluas di negara itu, dengan menggunakan data langsung.Studi ini mengungkap bahwa lanskap modern Gurun Taklimakan bagian tengah mulai terbentuk sekitar 300.000 tahun silam, berdasarkan sebuah analisis inti bor sepanjang 200 meter yang diambil dari bagian tengah gurun, ungkap Wang Xin, seorang profesor di Sekolah Tinggi Ilmu Bumi dan Lingkungan di Universitas Lanzhou.Gurun Taklimakan juga merupakan gurun pasir bergerak (shifting desert) terluas kedua di dunia. Pemahaman yang lebih baik tentang evolusi geologisnya sangat penting untuk memahami pembentukan lanskap gurun di dataran menengah Asia, kata Wang, yang memimpin tim peneliti itu.Sejak 2008, tim peneliti telah melaksanakan program penelitian untuk mengebor sampel inti dari berbagai gurun, termasuk Gurun Taklimakan, guna memberikan bukti in-situ langsung demi meningkatkan pemahaman tentang sejarah evolusi gurun-gurun utama di China. Di bagian tengah Gurun Taklimakan, kedalaman pengeboran mencapai 1.340 meter.Melalui informasi langsung dari inti bor ini, tim tersebut menemukan bahwa pembentukan awal Gurun Taklimakan terjadi setidaknya 1,8 juta tahun yang lalu, meski waktu pasti untuk fase awal ini masih belum ditentukan.Wang menjelaskan bahwa mempelajari perubahan dan dinamika gurun tidak hanya meningkatkan pemahaman manusia tentang bagaimana interaksi tektonik dan iklim telah membentuk lanskap gurun di Bumi, tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang bagaimana lingkungan gurun dapat merespons tren perubahan iklim di masa depan akibat pemanasan global.Temuan-temuan penelitian terkait telah dipublikasikan di dalam jurnal Science Bulletin.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

UE berikan persetujuan terakhir untuk undang-undang AI
Indonesia
•
24 May 2024

Ilmuwan ungkap sejumlah target untuk bakal stasiun riset Bulan
Indonesia
•
18 Mar 2023

Ilmuwan teliti badak berbulu berusia 20.000 tahun yang ditemukan di Siberia
Indonesia
•
27 Jan 2021

Stasiun luar angkasa China akan lakukan uji coba ‘payload’ internasional
Indonesia
•
22 Aug 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
