
Jumlah ternak di Mongolia turun lebih dari 9 persen pada 2023

Sekawanan sapi mencari makan di padang rumput Xilingol di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Bei He)
Pengembangan di bidang peternakan dipandang sebagai solusi yang paling efektif untuk mendiversifikasi Mongolia yang terkurung daratan dan bergantung pada ekonomi pertambangan.
Ulan Bator, Mongolia (Xinhua) – Jumlah ternak di Mongolia mencapai 64,7 juta ekor per akhir 2023, turun 9,1 persen dari tahun sebelumnya, demikian disampaikan oleh Kantor Statistik Nasional (National Statistics Office/NSO) Mongolia pada Rabu (27/12).Kondisi cuaca buruk serta frekuensi badai salju dan debu yang meningkat pada musim semi berkontribusi besar terhadap penurunan jumlah ternak, kata NSO usai melakukan sensus jumlah ternak tahunan di seluruh penjuru negeri.Hasil awal dari sensus nasional tersebut menunjukkan bahwa domba mencakup 45,5 persen dari jumlah ternak secara keseluruhan, disusul oleh kambing 38,0 persen, sapi 8,3 persen, kuda 7,5 persen, dan unta 0,7 persen, menurut NSO.
Foto yang diabadikan pada 5 Juli 2023 ini menunjukkan kawanan kuda berlari di padang rumput di Holin Gol, Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara. Padang rumput yang indah di Holin Gol, yang terletak di titik pertemuan Padang Rumput Horqin, Padang Rumput Xilin Gol, dan Padang Rumput Hulunbuir, merupakan salah satu padang rumput primitif di Daerah Otonom Mongolia Dalam. (Xinhua/Lian Zhen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

NASA konfirmasi misi DART berhasil ubah orbit asteroid di luar angkasa
Indonesia
•
12 Oct 2022

Manekin untuk ahli bedah buatan Rusia digunakan di universitas
Indonesia
•
20 Nov 2021

NASA akan bentuk tim ilmiah untuk pelajari UFO
Indonesia
•
10 Jun 2022

Sistem restorasi jaringan listrik otonomos berteknologi AI pertama China sukses diuji coba
Indonesia
•
05 Mar 2025


Berita Terbaru

China sertifikasi ‘batch’ pertama pilot ‘airship’ buatan dalam negeri untuk layanan komersial
Indonesia
•
10 May 2026

Suhu permukaan laut ekstrapolar tertinggi kedua pada April
Indonesia
•
10 May 2026

Penelitian ungkap Selandia Baru diprediksi akan hadapi lonjakan tajam kasus kanker lambung
Indonesia
•
10 May 2026

Teknologi antarmuka otak-komputer bantu rehabilitasi pasien penyakit saraf
Indonesia
•
10 May 2026
