
Situs berskala besar dari Zaman Neolitikum Akhir ditemukan di China selatan

Foto yang diabadikan pada 15 Agustus 2024 ini menunjukkan sebuah batu giok yang ditemukan di situs Gancaoling. (Xinhua/Institut warisan budaya dan arkeologi Guangzhou)
Penggalian arkeologis di kota metropolitan Guangzhou, China selatan, telah mengungkap lebih jauh sebuah situs dari Zaman Neolitikum Akhir yang kaya dengan artefak, yang berasal dari masa sekitar 4.600 hingga 4.300 tahun lalu.
Guangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah penggalian arkeologis di kota metropolitan Guangzhou, China selatan, telah mengungkap lebih jauh sebuah situs dari Zaman Neolitikum Akhir yang kaya dengan artefak, yang berasal dari masa sekitar 4.600 hingga 4.300 tahun lalu, demikian disampaikan institut warisan budaya dan arkeologi Guangzhou pada Jumat (16/8).Terletak di Distrik Huangpu, situs Gancaoling adalah sebuah klaster reruntuhan dari Zaman Neolitikum Akhir. Selama proses penggalian terbaru, sebanyak 143 makam, 140 lubang abu atau ruang bawah tanah, 125 lubang pilar, serta 341 buah atau set peninggalan, termasuk tembikar dan dekorasi batu giok, telah ditemukan di situs itu.Berbagai temuan tersebut menjadikan Gancaoling sebagai situs Zaman Neolitikum Akhir dengan jumlah makam terbanyak yang ditemukan di wilayah Guangdong hingga kini, dengan peninggalan yang kompleks, isi yang beragam, dan artefak belum tergali yang banyak, kata Zhang Qianglu, kepala institut warisan budaya dan arkeologi Guangzhou.Sejak 2017, institut tersebut telah melakukan proses penggalian dan penelitian di situs Gancaoling."Temuan ini menunjukkan bahan-bahan fisik penting dalam penyusunan garis silsilah budaya arkeologis dari periode Neolitikum Akhir hingga awal Dinasti Han Barat (202 SM-25 M) di Guangzhou dan bahkan di wilayah Delta Sungai Mutiara," tambah Zhang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi: Ekosistem darat China imbangi 18 persen emisi CO2 dari konsumsi energi pada 2060
Indonesia
•
07 Sep 2022

Fasilitas iptek informasi, ilmu hayati, dan material baru dibuka di Shenzhen, China
Indonesia
•
01 May 2023

Observatorium astronomi milik China temukan asteroid baru dekat Bumi
Indonesia
•
12 Mar 2023

Badan energi atom China kecam langkah Jepang buang air terkontaminasi nuklir ke laut
Indonesia
•
27 Aug 2023


Berita Terbaru

Akumulasi debu sejak 130.000 tahun silam dorong perubahan iklim di Asia
Indonesia
•
17 Mar 2026

Tim peneliti internasional kembangkan implan cetak 3D untuk perbaiki kerusakan jaringan
Indonesia
•
17 Mar 2026

Kapasitas nuklir global yang sedang dibangun capai rekor tertinggi dalam 40 tahun
Indonesia
•
13 Mar 2026

Wahana antariksa NASA kembali masuki atmosfer Bumi beberapa tahun lebih awal dari prediksi
Indonesia
•
13 Mar 2026
