
Ilmuwan ciptakan algoritme baru untuk tingkatkan pemantauan aerosol pada satelit FY-4A milik China

Roket pengangkut Kuaizhou-1A yang membawa satelit Tianxing-1 02 lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 11 Januari 2024. Satelit yang khususnya akan digunakan untuk berbagai eksperimen ilmiah, seperti deteksi lingkungan luar angkasa, ini diluncurkan pada pukul 11.52 Waktu Beijing, atau 10.52 WIB, dan berhasil memasuki orbit yang direncanakan. (Xinhua/Wang Haixia)
Pengukuran aerosol di atmosfer yang akurat sangat penting untuk memahami keseimbangan radiasi Bumi, perubahan iklim, dan kualitas udara.
Beijing, China (Xinhua) – Para ilmuwan baru-baru ini memperkenalkan sebuah algoritme baru yang menggabungkan deep learning dan transfer learning untuk meningkatkan pemantauan aerosol pada satelit FY-4A milik China.Studi yang dipublikasikan di jurnal Engineering itu dilakukan melalui upaya kolaboratif antara Institut Fisika Atmosfer (Institute of Atmospheric Physics/IAP) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences), Pusat Meteorologi Satelit Nasional (National Satellite Meteorological Center/NSMC) China, Institut Teknologi Harbin (Harbin Institute of Technology), dan beberapa institut lainnya.Para ilmuwan percaya bahwa pengukuran aerosol di atmosfer yang akurat sangat penting untuk memahami keseimbangan radiasi Bumi, perubahan iklim, dan kualitas udara. Di atas satelit meteorologi geostasioner FY-4A milik China, Advanced Geostationary Radiation Imager (AGRI) memindai China setiap lima menit, memberikan data penting untuk memantau variasi spasiotemporal aerosol.
Roket pengangkut Long March-2D yang mengangkut satelit eksplorasi Matahari Advanced Space-based Solar Observatory (ASO-S), yang dalam bahasa Mandarin disebut Kuafu-1, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut pada 9 Oktober 2022, yang menjadi upaya ilmiah lebih lanjut negara itu untuk mengungkap rahasia Matahari. (Xinhua/Wang Jiangbo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China punya jaringan serat optik dan pita lebar seluler terbesar di dunia
Indonesia
•
20 Aug 2022

Peneliti BRIN ungkap Pulau Sumba dihuni manusia sejak 2.800 tahun silam
Indonesia
•
21 Jul 2024

Ekosistem inovasi Shanghai ubah gagasan jadi kenyataan
Indonesia
•
30 May 2024

Arab Saudi resmikan pabrik ventilator dalam negeri pertama
Indonesia
•
10 Jun 2021


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
