
Penelitian Australia ungkap pengurutan genom dapat selamatkan lebih banyak nyawa bayi baru lahir

Ilustrasi. (Reka Sarudi on Unsplash)
Pengurutan genom ke dalam tes darah standar pada bayi yang baru lahir dapat membantu mengidentifikasi ratusan masalah kesehatan kanak-kanak yang dapat diobati, sehingga memungkinkan diagnosis dini yang menyelamatkan nyawa.
Melbourne, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti di Australia menemukan bahwa menambahkan pengurutan genom ke dalam tes darah standar pada bayi yang baru lahir dapat membantu mengidentifikasi ratusan masalah kesehatan kanak-kanak yang dapat diobati, sehingga memungkinkan diagnosis dini yang menyelamatkan nyawa.Genom seorang bayi, yang tidak akan berubah seumur hidupnya, juga dapat diperiksa ulang jika muncul masalah kesehatan selama masa hidup mereka, ungkap pernyataan yang dirilis pada Jumat (10/10) oleh Murdoch Children's Research Institute (MCRI) Australia.Diterbitkan di jurnal Nature Medicine, penelitian tersebut menemukan bahwa pemeriksaan genomik, sebuah tes yang mengungkap seluruh susunan genetik seseorang, dapat diintegrasikan ke dalam pemeriksaan tusuk tumit (heel-prick screening) bayi baru lahir di seluruh Australia. Pemeriksaan ini memberikan hasil tentang ratusan kondisi yang dapat diobati dalam waktu 14 hari, kata penelitian itu, seraya menambahkan bahwa tes tusuk tumit standar saat ini, yang ditawarkan kepada semua bayi baru lahir di Australia, mencakup 32 kondisi.Studi BabyScreen+, yang dipimpin oleh MCRI dan Victorian Clinical Genetics Services, memeriksa 1.000 bayi baru lahir di Negara Bagian Victoria, Australia, untuk 605 gen yang terkait dengan kondisi serius, dini, dan dapat diobati menggunakan pengurutan genom.Enam belas bayi menunjukkan risiko kondisi genetik yang tinggi, hanya satu di antaranya yang terdeteksi oleh pemeriksaan standar bayi baru lahir, kata para peneliti, mengutip satu bayi yang didiagnosis dengan defisiensi imun yang langka dan parah, yang kemudian berhasil diobati dengan transplantasi sumsum tulang setelah deteksi dini."Pemeriksaan bayi baru lahir untuk kondisi langka merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif," kata Profesor Zornitza Stark dari MCRI.Para peneliti mengatakan penggunaan pemeriksaan genomik yang lebih luas dapat dengan cepat mendiagnosis dan mengobati penyakit langka, termasuk kanker anak serta gangguan jantung dan neurologis.Namun demikian, Sebastian Lunke, seorang lektor kepala di MCRI, mengingatkan bahwa isu praktik dan etika terkait pengurutan genom bayi baru lahir, serta isu-isu seperti biaya, kesetaraan, penyimpanan data, akses, dan tantangan untuk terus mempertahankan persetujuan saat anak beranjak dewasa, masih perlu diatasi.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Peneliti China integrasikan fisika dan AI untuk tingkatkan akurasi prakiraan curah hujan
Indonesia
•
11 Mar 2024

Ekosistem inovasi Shanghai ubah gagasan jadi kenyataan
Indonesia
•
30 May 2024

Thailand kenalkan 5G komersial pertama di ASEAN
Indonesia
•
20 Aug 2020

Penelitian: Obat HIV bantu kembalikan memori lansia
Indonesia
•
30 May 2022


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
