
Mobil energi baru China dominasi pasar NEV Indonesia yang terus meningkat

BYD Indonesia dan Arista Group pada 7 Oktober 2024 meresmikan sembilan dealer baru BYD Arista di sejumlah kota di Indonesia, yang salah satunya berlokasi di Bekasi, Provinsi Jawa Barat. (Xinhua)
Penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia menyumbang sekitar 5 persen dari total penjualan wholesale mobil di Indonesia tahun lalu, proporsinya meningkat dibandingkan 2023 yang masih di bawah 2 persen.
Jakarta (Xinhua/Indonesia Window) – Penjualan mobil listrik murni berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) secara wholesale (penjualan pabrik ke dealer dalam jumlah besar) di Indonesia sepanjang 2024 mencapai 43.200 unit, meningkat 150 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan signifikan ini terutama didorong oleh kehadiran merek-merek asal China yang semakin diminati konsumen domestik.Penjualan mobil listrik berbasis baterai di Indonesia menyumbang sekitar 5 persen dari total penjualan wholesale mobil di Indonesia tahun lalu, proporsinya meningkat dibandingkan 2023 yang masih di bawah 2 persen.Dari total penjualan mobil listrik tersebut, sekitar 90 persen di antaranya merupakan merek-merek asal China. Kehadiran merek-mereka baru seperti BYD hingga GAC Aion menjadi salah satu pendorong peningkatan signifikan penjualan tahun lalu.Pengamat otomotif Bebin Djuana mengatakan bahwa dua faktor utama popularitas mobil listrik China di Indonesia yakni harga kompetitif namun dari sisi kualitas juga mampu bersaing dengan merek ternama dari negara-negara lain. Salah satu keunggulan merek China yakni menawarkan beragam fitur teknologi canggih."Konsumen Indonesia memiliki karakteristik sangat mengikuti perkembangan teknologi, dan merek-merek China bisa memenuhi kebutuhan tersebut," kata Bebin saat dihubungi Xinhua.BYD, yang secara global terkenal dengan inovasi teknologinya, menjadi merek mobil listrik paling laris di Indonesia dengan total penjualan wholesale mencapai 15.400 unit meski baru pertama kali meluncur awal tahun lalu. Model multi-purpose vehicle (MPV) dan sedan BYD menjadi yang paling banyak dipesan.Tiga merek terlaris berikutnya masih berasal dari China, yakni Wuling sebanyak 13.100 unit, Chery menjual 5.000 unit dan Morris Garage (MG) sebanyak 3.200 unit. Sementara, merek asal Korea Selatan, Hyundai di urutan kelima, membukukan penjualan 2.800 unit.
Chery meluncurkan mobil listrik <em>off-road</em> Chery J6 untuk pasar Indonesia dalam pameran Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2024 di Tangerang, Provinsi Banten, pada 22 November 2024. (Xinhua)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak turun karena kekhawatiran ekonomi global dan larangan minyak Rusia
Indonesia
•
09 May 2022

BYD jadi salah satu merek terlaris di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show 2024
Indonesia
•
05 Aug 2024

Ladang minyak di Laut China Selatan hasilkan 20 juta ton ekuivalen minyak pada 2022
Indonesia
•
31 Dec 2022

RCEP tingkatkan optimisme dalam perdagangan dan kerja sama regional
Indonesia
•
13 Jun 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
