
Eurostat: Inflasi zona euro pada Agustus 2024 turun ke level terendah dalam tiga tahun

Seorang pria berbelanja roti di sebuah pasar swalayan di Berlin, ibu kota Jerman, pada 3 April 2024. Tingkat inflasi Jerman turun menjadi 2,2 persen pada Maret, menandai level terendah sejak April 2021, demikian menurut data awal yang dirilis oleh Kantor Statistik Federal Jerman (Destatis) pada 2 April 2024. (Xinhua/Ren Pengfei)
Penurunan inflasi zona euro sebagian besar didorong oleh penurunan harga energi, yang mengindikasikan lingkungan inflasi perlahan-lahan membaik.
Brussel, Belgia (Xinhua/Indonesia Window) – Tingkat inflasi tahunan zona euro turun menjadi 2,2 persen pada Agustus. Angka tersebut merosot dari 2,6 persen pada Juli dan merupakan titik terendahnya sejak Juli 2021, demikian menurut perkiraan awal yang dirilis oleh Eurostat pada Jumat (30/8).Pendorong utama inflasi masih dari harga jasa, yang mengalami pertumbuhan 4,2 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada Agustus, naik dari 4 persen pada Juli, ungkap badan statistik Uni Eropa (UE) itu.Harga makanan, alkohol, dan tembakau mencatat tingkat inflasi tahunan sebesar 2,4 persen, sedikit lebih tinggi dari 2,3 persen yang tercatat pada Juli.Barang-barang industri nonenergi mencatat penurunan inflasi, dari 0,7 persen pada Juli menjadi 0,4 persen pada Agustus. Sementara itu, harga-harga energi mencatat pertumbuhan negatif pada Agustus, turun sebesar 3 persen, dibandingkan dengan kenaikan 1,2 persen yang tercatat pada Juli.Di antara negara-negara anggota UE, Belgia mencatat tingkat inflasi tertinggi, yakni sebesar 4,5 persen (yoy), turun dari 5,4 persen yang tercatat pada bulan sebelumnya. Estonia dan Belanda juga mencatat tingkat inflasi yang tinggi, masing-masing sebesar 3,4 persen dan 3,3 persen.Sebaliknya, Lithuania mencatat tingkat inflasi terendah di angka 0,7 persen, turun dari 1,1 persen pada Juli, diikuti oleh Latvia dengan 0,9 persen, naik dari 0,8 persen pada Juli. Irlandia, Slovenia, dan Finlandia mencatat tingkat inflasi yang sama, yakni sebesar 1,1 persen, di mana pada bulan sebelumnya, masing-masing negara tersebut mencatat inflasi 1,5 persen, 1,4 persen, dan 0,5 persen.
Foto yang diabadikan pada 24 Februari 2023 ini menunjukkan logo Euro di Frankfurt, Jerman. Negara-negara UE berada dalam posisi yang sulit, tertatih-tatih di bawah dampak inflasi, krisis energi, dan perlambatan pertumbuhan ekonomi, sehingga menciptakan lingkungan eksternal yang lebih sulit bagi perusahaan-perusahaan. (Xinhua/Shan Weiyi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Kalangan pengusaha dan bankir China optimistis terkait makroekonomi
Indonesia
•
06 Apr 2023

IMF pangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 jadi 3,1 persen di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
16 Apr 2026

Ahli: China-ASEAN berbagi peluang baru dengan berlakunya kemitraan ekonomi
Indonesia
•
17 Dec 2021

Kunjungan turis China ke Indonesia capai rekor tertinggi enam tahun pada Februari 2026, capai 150.800 orang
Indonesia
•
02 Apr 2026


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
