
Senat AS: Dinas Rahasia langgar disiplin dalam percobaan pembunuhan Trump

Foto dokumentasi ini menunjukkan para staf keamanan sedang mengawal Donald Trump, yang saat itu adalah kandidat Presiden AS, untuk meninggalkan situs kompanye Butler, Pennsylvania usai mengalami percobaan pembunuhan pada 13 Juli 2024. (Xinhua)
Percobaan pembunuhan yang menargetkan Presiden AS Donald Trump tahun lalu telah mengungkap "beberapa kegagalan yang tidak dapat diterima" dalam disiplin Dinas Rahasia (Secret Service) AS.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window – Sebuah laporan Senat Amerika Serikat (AS) tentang percobaan pembunuhan yang menargetkan Presiden AS Donald Trump tahun lalu telah mengungkap "beberapa kegagalan yang tidak dapat diterima" dalam disiplin Dinas Rahasia (Secret Service) AS.Laporan tersebut muncul setahun setelah Trump, yang saat itu masih menjadi kandidat presiden, terserempet peluru ketika seorang pria bersenjata berusia 20 tahun melepaskan delapan tembakan ke arahnya dalam sebuah kampanye di Butler, Pennsylvania.Pria bersenjata itu kemudian tewas ditembak oleh penembak jitu. Namun penembakan tersebut, yang menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya, mengungkap kelalaian Dinas Rahasia AS dalam perencanaan dan respons, kata laporan tersebut, dan menyerukan tindakan disipliner yang lebih keras."Apa yang terjadi tidak dapat dimaafkan, dan konsekuensi yang dijatuhkan atas kegagalan tersebut sejauh ini tidak mencerminkan parahnya situasi," ujar laporan dari Komite Urusan Keamanan Dalam Negeri dan Pemerintahan Senat."Ini bukan hanya satu kesalahan dalam penilaian. Ini adalah kegagalan total dalam hal keamanan di setiap tingkat, yang dipicu oleh ketidakpedulian birokrasi, kurangnya protokol yang jelas, dan penolakan yang mengejutkan untuk bertindak terhadap ancaman langsung," kata Rand Paul, ketua komite dari Partai Republik, dalam sebuah pernyataan.Menyebutkan bahwa Dinas Rahasia AS menyadari adanya seseorang yang mencurigakan "hampir 45 menit sebelum tembakan dilepaskan, dan gagal bertindak," laporan tersebut mencatat serangkaian kesalahan yang mengekspos "pola kegagalan komunikasi dan kelalaian yang mengganggu hingga berujung pada tragedi yang sebenarnya dapat dicegah.""Kita harus meminta pertanggungjawaban individu dan memastikan reformasi diimplementasikan sepenuhnya, sehingga hal ini tidak akan terjadi lagi," kata Paul.Direktur Dinas Rahasia AS kala itu, Kimberly Cheatle, mengundurkan diri setelah penembakan tersebut, dan enam agen lain yang bertugas menerima skorsing dari 10 hingga 42 hari, demikian ungkap badan tersebut pada Kamis (10/7).Namun tidak ada yang dipecat, dan hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari yang direkomendasikan oleh komite.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Israel hambat pergerakan di perlintasan Rafah, gencatan senjata Gaza lagi-lagi dilanggar
Indonesia
•
02 Feb 2026

Pengadilan Saudi batalkan putusan atas wartawan dalam kasus pencemaran nama baik
Indonesia
•
01 Dec 2020

Sekjen PBB anggap pembunuhan pimpinan Hamas di Beirut sebagai perkembangan mengkhawatirkan
Indonesia
•
03 Jan 2024

Sekjen Liga Arab tegaskan penolakan relokasi warga Palestina, sebut "Gaza tidak dijual"
Indonesia
•
15 Feb 2025


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
