Pesawat kargo nirawak Tianma-1000 buatan China rampungkan penerbangan perdana

Foto yang diabadikan pada 30 Oktober 2025 ini menunjukkan Helikopter Nirawak Rotor Tandem (Tandem Rotor Unmanned Helicopter) Boying T1400 buatan United Aircraft sedang mengudara di Harbin, Provinsi Heilongjiang, China timur laut. (Xinhua/Liu Yang)

Pesawat angkut nirawak Tianma-1000 mengintegrasikan fungsi angkutan logistik, penyelamatan darurat, dan pengiriman material dalam satu platform tunggal.

 

Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tianma-1000, pesawat angkut nirawak yang dikembangkan secara mandiri oleh China, berhasil merampungkan penerbangan perdananya pada Ahad (11/1).

Dikembangkan oleh Xi'an ASN Technology Group Co., Ltd. yang dinaungi China North Industries Group Corporation, Tianma-1000 mengintegrasikan fungsi angkutan logistik, penyelamatan darurat, dan pengiriman material dalam satu platform tunggal.

Tianma-1000 menjadi pesawat nirawak pertama China yang mampu beradaptasi dengan medan kompleks di ketinggian, melakukan lepas landas dan pendaratan ultrapendek, serta secara cepat beralih antara moda angkutan kargo dan airdrop, papar pihak pengembangnya.

Dengan jangkauan maksimum mencapai 1.800 kilometer, pesawat itu dapat menciptakan ‘jalur ekspres udara’ untuk pengiriman yang cepat. Dilengkapi dengan sistem pintar untuk perencanaan rute dan penghindaran rintangan, pesawat itu dapat mengidentifikasi dan menghindari berbagai rintangan, seperti pegunungan dan bangunan, secara otonomos, sehingga menjamin pengoperasian yang aman di wilayah udara yang belum dikenal.

Tianma-1000 dilengkapi dengan kabin kargo modular yang memungkinkan konfigurasi ulang secara cepat untuk beragam tugas, sehingga meningkatkan kemampuan adaptasinya terhadap misi yang berbeda-beda.

Pesawat ini memiliki plafon layanan 8.000 meter serta membutuhkan jarak lepas landas dan pendaratan kurang dari 200 meter. Dengan persyaratan lokasi pendaratan yang minim, pesawat tersebut mampu beroperasi di permukaan tidak beraspal, seperti padang rumput dan jalan tanah yang dipadatkan.

Pengangkut kargo nirawak ini memiliki sistem bongkar muat otonomos yang dapat menangani kargo berlevel ton dalam waktu lima menit, yang sepenuhnya mengotomatiskan berbagai tugas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan.

Dengan sistem pendaratan berpemandu optik, pesawat ini dapat melakukan pendaratan otonomos berpresisi tinggi pada kondisi dengan jarak pandang yang rendah, sehingga mendukung pengoperasiannya di lingkungan yang sulit.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait