
‘Power bank’ jadi tenaga eksoskeleton, teknologi ini bantu gerak hingga 35 persen

Orang-orang mengunjungi IFA Berlin 2026 di Berlin, Jerman, pada 4 September 2026. (Xinhua/Zhang Haofu)
Berlin, Jerman (Xinhua/Indonesia Window) – Perusahaan teknologi pengisian daya CUKTECH memamerkan purwarupa eksoskeleton yang ditenagai oleh bank daya (power bank) untuk anggota tubuh bagian bawah, serta berbagai produk pengisian daya di IFA Berlin 2026, seiring perusahaan tersebut mengeksplorasi penggunaan teknologi dayanya di luar perangkat pengisian daya konvensional.
IFA Berlin 2026, sebuah pameran dagang elektronik konsumen dan peralatan rumah tangga, berlangsung dari 4 hingga 8 September. Perusahaan-perusahaan teknologi dari seluruh dunia menampilkan berbagai produk yang mencakup kecerdasan buatan (AI), robotika, teknologi rumah pintar, dan perangkat yang dapat dikenakan (wearable), sekaligus memberikan gambaran mengenai tren terkini dalam teknologi konsumen.
CUKTECH memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam penelitian dan pengembangan (litbang) teknologi daya. Perusahaan tersebut telah menjual lebih dari 30 juta unit di seluruh dunia dan kini melayani pelanggan di lebih dari 40 negara dan kawasan, ungkapnya.
Pada pameran tahun ini, CUKTECH menghadirkan CUKTECH Power Exoskeleton Kit, sebuah purwarupa eksoskeleton tubuh bagian bawah yang ringan dan ditenagai oleh power bank CUKTECH yang dapat dilepas dan dipasang ke dalam perangkat sebagai modul daya.
Power bank tersebut dapat diganti sesuai kebutuhan dan digunakan secara terpisah untuk mengisi daya ponsel pintar, kamera, maupun perangkat portabel lainnya.
Menurut perusahaan tersebut, purwarupa ini dilengkapi dengan sistem penginderaan multimoda dan teknologi pengenalan intensi gerak anggota tubuh bagian bawah.
Purwarupa ini mampu mendeteksi serta merespons gerakan pengguna secara waktu nyata, sekaligus memberikan bantuan saat berjalan di permukaan datar, permukaan miring, maupun tangga.
Perangkat ini memiliki berat sekitar 2,5 kilogram, memberikan bantuan pergerakan hingga 35 persen, serta mendukung gerakan terbantu pada kecepatan hingga 18 kilometer per jam.
Selain itu, CUKTECH juga memamerkan berbagai produk pengisian daya terbarunya, termasuk CUKTECH 30 Charging Station, CUKTECH 30 Charger, dan CUKTECH 10 Charging Station.
Dirancang untuk lingkungan kantor dan penggunaan multiperangkat, stasiun-stasiun pengisian daya desktop ini mampu mengisi daya laptop, ponsel pintar, dan perangkat lainnya secara bersamaan, sementara layar bawaannya menyajikan informasi waktu nyata mengenai status pengisian daya dan penyaluran daya.
Para pengunjung ramai mendatangi stan CUKTECH untuk mencoba produk pengisian daya serta mempelajari fungsi dan potensi penerapan purwarupa eksoskeleton tersebut.
Eric Wang, chief marketing officer sekaligus kepala pusat desain CUKTECH, mengatakan kepada Xinhua bahwa perusahaan tersebut memanfaatkan rantai pasokan China serta kemampuan litbang internalnya untuk mengembangkan produk bagi pasar luar negeri yang beragam.
Perusahaan tersebut berfokus pada desain produk, kinerja pengisian daya, keselamatan, dan pengendalian biaya, serta menyesuaikan produknya dengan kebutuhan berbagai pasar, ujarnya.
Eric mengatakan CUKTECH akan terus mengembangkan teknologi daya dan lini produk pengisian dayanya, sembari menjajaki penerapan lebih lanjut untuk modul daya portabel pada perangkat pintar.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Keaslian produk daging dan susu dapat dicek dengan teknologi DNA
Indonesia
•
20 Apr 2026

Spesies spons air tawar purba ditemukan di cagar alam di China barat daya
Indonesia
•
09 Dec 2022

Ribuan perkakas batu dari Periode Paleolitikum ditemukan di China barat laut
Indonesia
•
17 Mar 2022

Penggalian arkeologi di Tembok Besar China temukan meriam besar Dinasti Ming
Indonesia
•
02 Dec 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
