
Airbus dirikan pusat layanan siklus hidup pesawat di China barat daya

Foto dari udara yang diabadikan pada 30 April 2021 ini menunjukkan Bandar Udara Internasional Tianfu Chengdu di Provinsi Sichuan, China barat daya. (Xinhua/Wang Ruilin)
Pusat layanan siklus hidup pesawat Airbus di Kota Chengdu, China barat daya, akan menyediakan layanan parkir, penyimpanan, pemeliharaan, peningkatan, modifikasi, pembongkaran, dan daur ulang untuk semua jenis pesawat.
Chengdu, China (Xinhua) – Airbus, produsen pesawat terbang asal Eropa, pada Rabu (26/4) mendirikan sebuah pusat layanan siklus hidup pesawat di Kota Chengdu, China barat daya.Sebagai pusat layanan siklus hidup pesawat pertama Airbus di luar Eropa, pusat layanan tersebut akan menyediakan layanan parkir, penyimpanan, pemeliharaan, peningkatan, modifikasi, pembongkaran, dan daur ulang untuk semua jenis pesawat, kata pihak Airbus.Mencakup area seluas 717.000 meter persegi, pusat itu akan memiliki kapasitas untuk menampung 125 pesawat.Pusat tersebut merupakan kolaborasi antara Airbus, TARMAC Aerosave, dan Aerotropolis Xingcheng Group, yang berbasis di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan.Pendirian pusat itu menandai cakupan bisnis Airbus di China melalui seluruh rantai industri penerbangan.Pusat riset
Sebelumnya, pada 14 April, Airbus meresmikan pusat riset barunya di Suzhou, Provinsi Jiangsu, China timur.Pusat Riset Airbus China (Airbus China Research Center) tersebut akan didedikasikan untuk inovasi manufaktur dan riset infrastruktur hidrogen, pengalaman kabin, dan teknologi baru, berdasarkan keunggulan penerbangan dan rantai industri hidrogen di kawasan Delta Sungai Yangtze.Selain itu, pusat tersebut berencana mengembangkan proyek-proyek riset dan inovasi dengan teknologi berwawasan ke depan dan prospek pasar yang baik, serta menginkubasi perusahaan teknologi yang akan membantu mendorong pengembangan industri kedirgantaraan di Suzhou."Selain pasar penerbangannya yang menjanjikan, China menawarkan banyak keunggulan teknologi canggih di banyak bidang," kata Sabine Klauke, Chief Technical Officer Airbus.Dalam beberapa tahun terakhir, Suzhou berupaya untuk membangun sebuah "dataran tinggi" untuk industri kedirgantaraan dan memanfaatkan peluang strategis yang ditawarkan oleh pengembangan terpadu kawasan Delta Sungai Yangtze.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Industri digital yang berkembang pesat lahirkan sederet profesi baru di China
Indonesia
•
14 Sep 2024

Penelitian ungkap dampak positif investasi China di Zimbabwe
Indonesia
•
19 Oct 2022

Nilai perdagangan RCEP tembus Rp109 kuadriliun, ASEAN dan China kian solid
Indonesia
•
08 Jun 2026

China maksimalkan kebijakan moneter untuk amankan pembangunan yang sehat
Indonesia
•
05 Mar 2023


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
