
Relawan China berbaring 30 hari demi misi Bulan, apa yang sedang diuji?

Astronaut Zhang Lu, komandan kru Shenzhou-21 yang beranggotakan tiga orang, keluar dari kapsul pembawa pulang (return capsule) wahana antariksa Shenzhou-22 setelah mendarat di situs pendaratan Dongfeng di Daerah Otonom Mongolia Dalam, China utara, pada 29 Mei 2026. (Xinhua/Li Zhipeng)
Tianjin, China (Xinhua/Indonesia Window) – China telah mendorong upayanya untuk mewujudkan pendaratan berawak di Bulan pada 2030, dengan pengembangan pakaian antariksa untuk misi Bulan serta eksperimen tirah baring untuk misi tinggal jangka panjang di antariksa yang keduanya terus mengalami kemajuan, demikian disampaikan pusat astronaut negara tersebut pada Sabtu (19/9).
Pengembangan pakaian antariksa untuk pendaratan di Bulan milik China, yang diberi nama Wangyu, yang berarti "menatap ke dalam kosmos", berjalan dengan lancar, dengan puluhan teknologi utama kini telah berhasil dikembangkan, kata Zhang Wanxin, seorang pakar dari Pusat Astronaut China (Astronaut Center of China), dalam sebuah konferensi teknik kedokteran kedirgantaraan di Tianjin.
Sejak pengembangannya dimulai pada 2020, upaya pengembangan Wangyu difokuskan untuk memenuhi tuntutan operasi yang kompleks di permukaan Bulan serta kondisi lingkungan yang ekstrem, kata Zhang, seraya mengatakan bahwa pakaian antariksa untuk misi Bulan tersebut dirancang agar ringan, berukuran ringkas, memiliki efisiensi tinggi, dan aman.
Selain pengembangan pakaian antariksa, China juga terus memajukan penelitian mengenai kesehatan astronaut, menyelesaikan eksperimen tirah baring "Dixing-3" untuk mengatasi tantangan perlindungan fisiologis selama berada di antariksa dalam jangka panjang serta dalam misi pendaratan berawak di Bulan.
Menurut Qu Lina, seorang pakar dari pusat tersebut, eksperimen itu dimulai pada Mei tahun ini.
Para relawan dibagi ke dalam beberapa kelompok dan menghabiskan waktu selama 15 atau 30 hari dengan berbaring di tempat tidur.
Selama eksperimen, mereka melakukan aktivitas sehari-hari seperti makan, membersihkan diri, tidur, buang air kecil, dan buang air besar sambil tetap berbaring di tempat tidur.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa langkah perlindungan yang diuji dalam eksperimen tersebut secara efektif melindungi sistem tulang, otot, dan kardiovaskular manusia, serta akan memberikan dukungan teknis bagi misi tinggal jangka panjang di antariksa dan misi pendaratan berawak di Bulan.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Raksasa pencarian daring China Baidu akan luncurkan bot mirip ChatGPT
Indonesia
•
07 Feb 2023

Ilmuwan China rancang perangkat komputasi yang dapat diprogram berbasis DNA
Indonesia
•
03 Oct 2023

China luncurkan mesin bor terowongan raksasa untuk proyek Sungai Yangtze
Indonesia
•
11 Apr 2025

Tim ilmuwan China susun katalog hidrogen netral terbesar di luar angkasa dalam
Indonesia
•
14 Dec 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
