
Temuan baru berhasil digali di reruntuhan kota kuno di China timur

Foto yang diabadikan pada 30 Desember 2023 ini menunjukkan reruntuhan kota kuno yang berlokasi di Jingshan di Distrik Yuhang, Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur. Tim arkeolog membuat sejumlah penemuan baru di reruntuhan kota kuno yang berumur lebih dari 3.000 tahun di Provinsi Zhejiang, China timur. (Xinhua/Feng Yuan)
Reruntuhan kota kuno berumur lebih dari 3.000 tahun di Provinsi Zhejiang, China timur, diyakini sebagai basis regional yang vital selama Dinasti Shang (1600 SM-1046 SM), mencakup total area sekitar 350.000 meter persegi, dengan situs kota yang menempati area sekitar 250.000 meter persegi.
Hangzhou, China (Xinhua) – Tim arkeolog berhasil menggali sejumlah penemuan baru di reruntuhan kota kuno yang berumur lebih dari 3.000 tahun di Provinsi Zhejiang, China timur.Reruntuhan itu terletak di Jingshan di Distrik Yuhang, Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang. Reruntuhan itu diyakini sebagai basis regional yang vital selama Dinasti Shang (1600 SM-1046 SM), menurut institut arkeologi provinsi tersebut.Reruntuhan itu mencakup total area sekitar 350.000 meter persegi, dengan situs kota yang menempati area sekitar 250.000 meter persegi. Area itu telah dihuni selama 7.000 tahun, yang berkembang dari akhir Dinasti Xia (2070 SM-1600 SM) hingga Dinasti Shang, urai Luo Rupeng, kepala tim arkeolog tersebut.Baru-baru ini, tim peneliti menggali sebuah kompleks arsitektur bergaya courtyard yang rumit namun terencana secara sistematis, platform yang ditinggikan untuk ritual seremonial dan observasi astronomi, serta pintu air yang terawat baik, yang kemungkinan memiliki sejumlah fungsi seperti pengalihan air, pengendalian banjir, dan navigasi.Situs itu ditemukan pada 1980-an dan pekerjaan ekskavasi dimulai pada 2004, papar Luo.Temuan baru itu memberikan informasi yang penting perihal studi metode konstruksi, tata letak permukiman, dan zona fungsional kota-kota di daerah selatan China pada periode pra-Qin, imbuh Luo.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China ungkap mekanisme imun antitumor baru
Indonesia
•
28 Jun 2025

Makam kerajaan kuno berusia sekitar 3.500 tahun ditemukan di tepi Sungai Nil
Indonesia
•
18 Jan 2023

Raksasa pencarian daring China Baidu akan luncurkan bot mirip ChatGPT
Indonesia
•
07 Feb 2023

China dan Sri Lanka berkolaborasi bangun laboratorium pertanian bersama
Indonesia
•
12 Apr 2024


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
