
Studi: Berjalan 8.000 langkah per hari pada akhir pekan kurangi risiko kematian

Orang-orang berjalan kaki di Beirut Corniche di Beirut, Lebanon, pada 4 April 2021. (Xinhua/Bilal Jawich)
Risiko kematian dapat diturunkan dengan berjalan kaki sedikitnya 8.000 langkah per hari selama satu atau dua hari setiap pekannya.
Tokyo, Jepang (Xinhua) – Risiko kematian dapat diturunkan dengan berjalan kaki sedikitnya 8.000 langkah per hari selama satu atau dua hari setiap pekannya, demikian ditemukan oleh sebuah kelompok peneliti Jepang.Orang-orang yang berjalan kaki sedikitnya 8.000 langkah per hari selama satu atau dua hari setiap pekannya mengalami penurunan risiko kematian setelah 10 tahun. Angka itu hampir sama dengan orang-orang yang berjalan kaki dengan jumlah langkah yang sama selama tiga hingga tujuh hari per pekan, kata kelompok peneliti itu, yang mencakup Program Pascasarjana Kedokteran Universitas Kyoto.Studi itu telah dipublikasikan dalam jurnal medis JAMA Network Open milik Asosiasi Medis Amerika (American Medical Association) bulan lalu.Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa berjalan kaki sebanyak 8.000 langkah atau lebih per hari dapat mengurangi risiko kematian. Namun, belum jelas bagaimana risiko itu dapat bervariasi berdasarkan jumlah hari yang dihabiskan untuk berjalan kaki dengan jumlah sebanyak itu.Tim itu memanfaatkan data dari survei kesehatan nasional Amerika Serikat (AS) yang dilaksanakan antara tahun 2005 dan 2006, yang mempelajari hubungan antara jumlah langkah yang ditempuh setiap hari oleh 3.101 orang berusia 20 tahun ke atas dengan rata-rata usia 50,5 tahun dan risiko kematiannya 10 tahun kemudian.Di antara mereka yang berjalan kaki sedikitnya 8.000 langkah per hari selama nol hari, satu atau dua hari, dan tiga hingga tujuh hari, kelompok "tiga hingga tujuh hari" mencatat tingkat kematian sebesar 16,5 persen, lebih rendah dibandingkan kelompok "nol hari", sementara tingkat kematian bagi kelompok "satu atau dua hari" mencapai 14,9 persen.Ketika kelompok penelitian itu membatasi penyebab kematian pada penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, tingkat kematian tersebut 8,4 persen lebih rendah bagi kelompok "tiga hingga tujuh hari", dan 8,1 persen lebih rendah bagi kelompok "satu atau dua hari"."Tidak perlu merasa tertekan untuk berjalan kaki setiap hari," ujar Kosuke Inoue, asisten profesor dari Program Pascasarjana Kedokteran Universitas Kyoto, saat penelitian itu dipublikasikan, yang juga merekomendasikan aktivitas berjalan kaki pada akhir pekan.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

X-59 NASA selesaikan penerbangan supersonik pertama, capai kecepatan 1.300 km/jam
Indonesia
•
06 Jun 2026

China temukan sumber bijih lithium dalam jumlah besar
Indonesia
•
19 Jan 2024

Tim ilmuwan China ciptakan strain padi yang dapat tingkatkan kesehatan jantung
Indonesia
•
18 Feb 2025

Fosil dinosaurus thyreophora dari Periode Jura Awal ditemukan di China
Indonesia
•
17 Mar 2022


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
