Beijing tingkatkan upaya di bidang kedirgantaraan komersial

Foto dari udara yang diabadikan pada 10 Desember 2023 ini menunjukkan sebuah roket komersial China yang dapat digunakan kembali (reusable) bernama SQX-2Y meluncur dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di China barat laut dalam misi uji coba penerbangan keduanya. (Xinhua/iSpace)
‘Rocket Street’ di Beijing akan menjadi pusat penelitian dan produksi untuk kemajuan kedirgantaraan komersial, yang menjadi bagian dari upaya berkelanjutan ibu kota China itu dalam mendorong inovasi di industri tersebut.
Beijing, China (Xinhua) – Pemerintah Kota Beijing berencana membangun ‘Rocket Street’ khusus sebagai pusat penelitian dan produksi untuk kemajuan kedirgantaraan komersial.Proyek tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan ibu kota itu dalam mendorong inovasi di industri tersebut.Jiang Guangzhi, Direktur Biro Ekonomi dan Teknologi Informasi Kota Beijing, mengatakan bahwa kota itu telah menetapkan serangkaian langkah untuk pengembangan industri internet satelit dan memberikan dukungan bagi 41 proyek peluncuran komersialisasi, dengan dana lebih dari 100 juta yuan.Jiang menyampaikan pernyataan tersebut dalam sebuah konferensi pada Sabtu (3/2). Dia mengatakan bahwa Beijing menjadi rumah bagi 157 perusahaan yang berspesialisasi di bidang ruang angkasa komersial, termasuk sejumlah perusahaan rintisan peluncuran komersial terkemuka. Perusahaan-perusahaan roket berpusat di bagian selatan Beijing, sementara perusahaan yang berhubungan dengan satelit berada di bagian utara.Pada 2023, sebanyak 13 peluncuran ruang angkasa dilakukan oleh perusahaan roket komersial swasta China, yang seluruhnya berkantor pusat di Beijing.Para produsen roket di kota tersebut saat ini terlibat dalam pengembangan roket yang dapat digunakan kembali (reusable), dengan terobosan yang diproyeksikan terjadi antara 2024 dan 2025, tambah Jiang.Untuk mempercepat kemajuan industri ruang angkasa komersial, Beijing akan terus berdedikasi dalam meningkatkan sektor ruang angkasa komersial. Menurut Jiang, berbagai upaya akan dilakukan guna meningkatkan pemanfaatan infrastruktur darat, memfasilitasi pembangunan konstelasi, mendorong penerapan informasi ruang angkasa secara luas, dan mengeksplorasi perdagangan data satelit.*1 yuan = 2.180 rupiahLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Studi: Hanya 15 persen wilayah pesisir dunia yang tetap utuh
Indonesia
•
08 Feb 2022

COVID-19 – Biocad produksi vaksin kedua Rusia
Indonesia
•
02 Sep 2020

Lampu minyak berusia 1.700 tahun ditemukan di Turki
Indonesia
•
21 Nov 2019

Rusia orbitkan satelit kaca untuk ukur gravitasi Bumi
Indonesia
•
06 Nov 2019
Berita Terbaru

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026

Hingga akhir 2025, stasiun pemancar 5G di China tembus 4,83 juta unit
Indonesia
•
28 Jan 2026
