Rusia luncurkan roket untuk kirim 55 satelit ke orbit

Rusia pada Selasa (5/11/2024) meluncurkan roket Soyuz-2.1b dari Kosmodrom Vostochny yang terletak di Timur Jauh, Rusia, untuk mengirim dua satelit heliofisika dan 53 satelit yang lebih kecil ke orbit, seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti. (Xinhua)
Roket Soyuz-2.1b diluncurkan dari Kosmodrom Vostochny yang terletak di Timur Jauh, Rusia, untuk mengirim dua satelit heliofisika dan 53 satelit yang lebih kecil ke orbit.
Vladivostok, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Rusia pada Selasa (5/11) meluncurkan roket Soyuz-2.1b dari Kosmodrom Vostochny yang terletak di Timur Jauh, Rusia, untuk mengirim dua satelit heliofisika dan 53 satelit yang lebih kecil ke orbit, seperti dilaporkan kantor berita RIA Novosti.Muatan utama, yaitu dua satelit Ionosphere-M, dirancang untuk memantau ionosfer Bumi guna mempelajari perubahan struktur, gangguan elektromagnetik, komposisi atmosfer, dan distribusi ozon di lapisan atas, serta kondisi radiasi.Dengan bobot masing-masing 430 kg, kedua satelit tersebut akan beroperasi pada ketinggian 820 km, menurut laporan itu. Kedua satelit tersebut diperkirakan akan mencapai orbit yang ditargetkan dalam waktu 56 menit 15 detik setelah diluncurkan, dan bergabung dengan satelit-satelit yang lebih kecil untuk memperluas pengamatan ilmiah.Dari 53 satelit kecil yang diluncurkan untuk keperluan ilmiah, pendidikan, dan komersial, 28 di antaranya merupakan satelit SITRO-AIS dari perusahaan Rusia, Sputnik, yang dirancang untuk pengidentifikasian maritim.Selain itu, terdapat pula 16 satelit yang dirancang oleh para mahasiswa dari inisiatif sains dan pendidikan Space-π, serta satelit Kowsar dan Hodhod dari perusahaan swasta Iran, Space Omid.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China kembangkan ‘terapi presisi’ untuk ‘hidupkan kembali’ baterai litium lama
Indonesia
•
15 Feb 2025

Rudal jelajah darat ke darat Turkiye lakukan uji terbang berdurasi panjang
Indonesia
•
20 Aug 2024

Spanyol berencana ubah waduk jadi ‘baterai’ untuk penyimpanan energi surplus
Indonesia
•
03 Aug 2024

Lahan basah di China barat laut jadi surga bagi burung migran
Indonesia
•
02 Sep 2022
Berita Terbaru

Stasiun Mohe, stasiun penerima data satelit paling utara di China
Indonesia
•
30 Jan 2026

Deforestasi dan perubahan pemanfaatan lahan intensifkan gelombang panas global
Indonesia
•
29 Jan 2026

Batu bergagang berusia 70.000 tahun ditemukan, mitos keterlambatan teknologi Asia Timur terpatahkan
Indonesia
•
29 Jan 2026

Palem nyabah di ujung tanduk, BRIN amankan ‘cetak biru genetik’ untuk selamatkan warisan Bali
Indonesia
•
28 Jan 2026
