
Turkiye bantah kirim senjata ke Pakistan, Erdogan minta India dan Pakistan tahan diri

Foto dokumentasi menunjukkan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan berbicara dalam pembukaan Forum Diplomasi Antalya keempat di Antalya, Turkiye, pada 11 April 2025. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Satu pesawat angkut Turkiye mendarat di Pakistan hanya untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan di rute yang telah mereka rencanakan.
Ankara, Turkiye (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintah Turkiye pada Senin (28/4) membantah laporan yang menyebutkan mereka mengirim pesawat yang membawa senjata ke Pakistan di tengah meningkatnya ketegangan antara Islamabad dan New Delhi."Klaim yang dilaporkan oleh beberapa media bahwa 'Turkiye mengirim enam pesawat berisi penuh senjata ke Pakistan' adalah tidak benar," ungkap Direktorat Komunikasi pemerintah Turkiye di platform media sosial X. Otoritas terkait mengklarifikasi bahwa satu pesawat angkut Turkiye mendarat di Pakistan hanya untuk mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan di rute yang telah mereka rencanakan.Bantahan ini muncul saat Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan meminta India dan Pakistan menahan diri. "Kami ingin agar ketegangan yang meningkat antara Pakistan dan India dapat diredakan sesegera mungkin, sebelum berkembang menjadi situasi yang lebih serius," ujar Erdogan kepada para wartawan pada Senin usai rapat kabinet di Ankara, ibu kota Turkiye. "Turkiye menekankan pada setiap kesempatan bahwa kami tidak ingin ada konflik baru di kawasan kami dan sekitarnya."Komentar Erdogan ini muncul setelah satu pekan meningkatnya permusuhan yang dipicu oleh insiden serangan mematikan pada Selasa (22/4) pekan lalu di Kashmir yang dikuasai India. Dalam insiden itu, para penyerang tak dikenal menewaskan sedikitnya 25 orang, papar sejumlah laporan berita India.Sebagai respons, India pada Rabu (23/4) dengan cepat menuding Pakistan terlibat. India juga mengumumkan langkah-langkah signifikan termasuk penangguhan partisipasi dalam Perjanjian Perairan Indus, sebuah perjanjian pembagian air yang sangat penting; menutup perlintasan perbatasan; dan mengusir personel diplomatik Pakistan.Senat Pakistan pada Jumat (25/4) dengan suara bulat mengesahkan sebuah resolusi untuk menolak apa yang mereka sebut sebagai "tuduhan India" yang mengaitkannya dengan serangan di Kashmir. Islamabad pada Sabtu (26/4) kemudian memperingatkan bahwa mereka akan dengan tegas merespons setiap upaya India untuk mengubah aliran air yang diatur oleh perjanjian tersebut.Menambah ketidakstabilan situasi, sumber-sumber keamanan Pakistan melaporkan adanya baku tembak antara pasukan Pakistan dan India di sepanjang Garis Kontrol (Line of Control/LoC), perbatasan de facto di wilayah Kashmir yang disengketakan, yang terjadi pada Sabtu malam hingga Ahad (27/4) pagi waktu setempat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Ukraina siap bertemu Putin, akhiri perang
Indonesia
•
24 May 2022

Uni Afrika aebut Afrika merugi 18 miliar dolar AS setiap tahun akibat konflik
Indonesia
•
29 Jan 2025

Militer Suriah terus gempur eks pasukan rezim Assad dan pengedar narkoba
Indonesia
•
09 Feb 2025

AI hingga media sosial dimanfaatkan teroris, PBB dorong strategi pencegahan berbasis masyarakat
Indonesia
•
14 Feb 2026


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
